Tiap kelahiran seseorang,pada umumnya membawa sifat dan watak masing-masing.watak dan sifat itu berbeda satu dengan yang lainya.bahkan watak dan sifat seseorang itu juga bisa di bedakan karena silsilah waktu lahirnya.
Lahir ketika matahari sedang tergelincir ke barat,menjadi berbeda dengan kelahiran dengan matahari yang terbit ke ufuk timur.
Sifat dan watak itu nyaris tak bisa di ubah,kecuali hal-hal yang sangat luar biasa.
Dalam petung jawa,di kenal hitungan hari sebanyak tuju,sedang hitungan pasaran sebanyak lima yang di awali Kliwon.legi,pahing,pon dan wage.
Oleh sebab itu, masyarakat jawa percaya dengan petung,yang membuat akibat keselamatan apabila ia memutuskan sesuatu,misal berpergian,menikahkan anak,pindah rumah,perjodohan atau mulai membangun rumah.
Petung di lakukan agar keselamatan selalu datang dan bukan sebaliknya pengaruh yang bisa di hubungkan dengan hari pasaran jawa.empat mata angin,timur,selatan,barat dan utara dan di tambah keberadaan roh dalam jasad pada posisi tengah,akan sama jumlahnya dengan hari pasaran.
Hari-hari pasaran itu di percaya masyarakat memiliki dampak baik dan buruknya,misalnya akan bisa mempengaruhi seseorang bila melakukan pekerjaan penting atau kegiatan besar.artinya,di luar hari dan pasaran yang di sebut taliwangke dan samparwangke adalah hari-hari yang di nilai baik.
Tentang kelima pasaran,yang di kaitkan dengan empat penjuru mata angin dan posisi tengah itu,ada keberadaan kehidupan manusia dalam dunia nyata dan dunia gaib.
Dunia gaib maksudnya dunia sesudah mati.dari sifat yang memiliki oleh setiap arah dan pasaran,maka hari pasaran yang pertama kali adalah kliwon.
Pasaran kliwon di yakini arahnya sama dengan posisi tengah yang memiliki sifat batu,sifat manusia yang keras,sering di ibaratkan sebagai batu.
Manusia yang memiliki sifat batin seperti kerasnya batu,akan menjadi arah pancer sebagai sifat dasar pada dirinya sendiri.
Pancer ini merupakan roh manusia yang memang akan selalu ada dan di hembuskan dalam tengah-tengah jasad manusia.sehingga manusia tersebut hidup dan lahir ke bumi.
Adapun manusia yang lahir pada pasaran kliwon ini bisa di ibaratkan batu,yakni memiliki sifat keras,kuat dan berbobot.
Laman
- HOME
- AJIAN TEMBUS TOGEL
- AZIMAT-AZIMAT
- ILMU-ILMU HITAM
- ILMU-ILMU KEJAWEN
- RAGAM ILMU ISLAM KEJAWEN
- ILMU SEJATI
- ILMU GOIB
- PENJELASAN TENTANG MAHAR KEILMUAN.
- PERLU DI BACA
- PESUGIHAN PUTIH
- ILMU TRAWANGAN TOGEL
- MEMBUAT UANG BIBIT
- JASA PELET
- PUSAKA GAIB
- SESAJI PERNIKAHAN
- MINYAK PELET DUYUNG
- PENDAFTARAN ANGGOTA
CARA MENYAPIH BAYI
Menyapih idealnya di lakukan ketika usia bayi telah mencapai dua tahun.akan tetapi,ibu-ibu jaman sekarang cenderung menyapih bayinya lebih awal,bahkan ada yang menyapih bayinya sejak lahir.hal tersebut mungkin di sebabkan banyak pertimbangan.meskipun demikian,asi tetaplah asupan paling ideal untuk tumbuh kembang bayi.
Dalam adat jawa,untuk menyapih bayi sering di lakukan ritual tertentu yang akan di bahas seperti pembahasan di bawah ini.
MINUMAN UNTUK PROSESI BAYI YANG DI SAPIH
- Minuman untuk bayi yang akan di sapih atau lazim di sebut dengan cekokan biasanya terbuat dari kunyit,tawas,ketumbar dan air secukupnya.bahan-bahan tersebut di tumbuk halus kemudian di peras dan di saring,ampas dari bahan-bahan yang telah di tumbuk tadi dapat di manfaatkan untuk di olesi pada bagian perut bayi setelah sebelumnya di campur sedikit dengan kapur sirih.
- Minumman lain yang perlu di siapkan pula adalah minuman yang terbuat daun dadapsrep yang sudah kering dan babakanya.bahan-bahan tersebut kemudian di rebus dengan di tambahkan air rebusan secukupnya.air rebusan tersebut yang berguna untuk di minumkan ke bayi.
BEDAK UNTUK PROSESI BAYI YANG DI SAPIH
- Dalam proses menyapih bayi,ada bedak yang harus di oleskan pada bayi.bedak tersebut terbuat dari nasi,daun dadapsrep,dan sedikit garam.bahan-bahan tersebut kemudian di tumbuk hingga halus.
PROSES MENYAPIH ADAT JAWA
- Siapkan belanga berisi air kembang setaman dan jangan lupa belanga tersebut di lapisi tape ketan.taruh belanga di bawah pohon pisang,dan kemudian bayi da bawa ke pohon pisang tersebut.
- Setelah berada di bawah pohon pisang,kemudian bayi di gendong mengelilingi rumah 3 kali putaran.
- Kemudian benturkan kepala anak secara perlahan(hanya untuk sebagai syarat saja) sebanyak 3 kali sambil mengucapkan" sang wewe putih,kowe dak opahi tape sapangaron,naging janji biso nyapih si jabang bayi,ojo nganti nagis".
- Lalu bayi di cekoki dan di beri minum,baru kemudian bayi di mandikan dengan air kembang setaman yang telah di siapkan tadi.dan setelah di mandikan,si bayi di beri bedak.
Dalam adat jawa,untuk menyapih bayi sering di lakukan ritual tertentu yang akan di bahas seperti pembahasan di bawah ini.
MINUMAN UNTUK PROSESI BAYI YANG DI SAPIH
- Minuman untuk bayi yang akan di sapih atau lazim di sebut dengan cekokan biasanya terbuat dari kunyit,tawas,ketumbar dan air secukupnya.bahan-bahan tersebut di tumbuk halus kemudian di peras dan di saring,ampas dari bahan-bahan yang telah di tumbuk tadi dapat di manfaatkan untuk di olesi pada bagian perut bayi setelah sebelumnya di campur sedikit dengan kapur sirih.
- Minumman lain yang perlu di siapkan pula adalah minuman yang terbuat daun dadapsrep yang sudah kering dan babakanya.bahan-bahan tersebut kemudian di rebus dengan di tambahkan air rebusan secukupnya.air rebusan tersebut yang berguna untuk di minumkan ke bayi.
BEDAK UNTUK PROSESI BAYI YANG DI SAPIH
- Dalam proses menyapih bayi,ada bedak yang harus di oleskan pada bayi.bedak tersebut terbuat dari nasi,daun dadapsrep,dan sedikit garam.bahan-bahan tersebut kemudian di tumbuk hingga halus.
PROSES MENYAPIH ADAT JAWA
- Siapkan belanga berisi air kembang setaman dan jangan lupa belanga tersebut di lapisi tape ketan.taruh belanga di bawah pohon pisang,dan kemudian bayi da bawa ke pohon pisang tersebut.
- Setelah berada di bawah pohon pisang,kemudian bayi di gendong mengelilingi rumah 3 kali putaran.
- Kemudian benturkan kepala anak secara perlahan(hanya untuk sebagai syarat saja) sebanyak 3 kali sambil mengucapkan" sang wewe putih,kowe dak opahi tape sapangaron,naging janji biso nyapih si jabang bayi,ojo nganti nagis".
- Lalu bayi di cekoki dan di beri minum,baru kemudian bayi di mandikan dengan air kembang setaman yang telah di siapkan tadi.dan setelah di mandikan,si bayi di beri bedak.
SELAMATAN PENGANTIN
Dalam setiap melaksanakan kegiatan,biasanaya terdapat selamatan.selamatan di sini bertujuan untuk menolak bala dan mengharap keselamatan sehingga hajat yang akan di lakukan berjalan dengan lancar.
Demikian pula dalam melaksanakan Hajat pernikahan juga di kenal dengan adanya selamatan.
Dalam acara selamatan pengantin juga terdapat makanan yang di sajikan untuk persembahan.adapun jenis-jenis makanan itu antara lain:
1.nasi golong lulut: yaitu sejenis nasi putih yang di kepal-kepal kemudian di bungkus dengan telur dadar dan jangan di beri alas.
2.nasi wajar: yaitu nasi putih dengan berbagai jenis sayuran matang,dan telur rebus(kesemuanya tanpa ada rasa garam).Nasi wajar di persembahkan dengan maksud dan tujuan untuk memohon ketentraman.
3.Nasi gebuli: dengan lauk telur rebus,ikan goreng/daging,bawang merah yang di goreng utuh,kopi seduh, makanan tersebut di persembahkan untuk syeh abdulkadir jaelani.
4.Nasi kuning yang di sajikan pada saat hari akad nikah kedua pengantin.
5.tumpeng robyong dan tumpeng gundul: tumpeng robyong yaitu tumpeng yang pada puncakya di beri telur rebus dengan kulitnya.terasi bakar,bawang merah dan cabai(bahan-bahan tersebut di tusuk menjadi satu dengan satu bumbu).di sekitar tumpeng itu di beri aneka macam-macam sayuran matang(kuluban).berbeda dengan tumpeng robyong,tumpeng gundul berisi nasi putih tanpa lauk-pauk.kedua jenis tumpeng tersebut di persembahkan untuk memohon keselamatan selamanya.
6.bubur: bubur yang terdiri 3 macam.yaitu bubur piringan,bubur palang,dan bubur kuning.bubur piringan yang terdiri dari bubur merah putih yang di letakan berdampingan.bubur palang,yaitu bubur merah yang di tumpahi dengan bubur putih dengan posisi melintang.bubur bening atau ada yang mengatakan sebagai bubur sungsum.bubur bening terbuat dari tepung beras dan di lumuri santan.bubur ini di tunjukan untuk abu bakar,usman,umar,dan Ali.
MAKANAN KECIL DAN LAIN-LAIN:
1.kue apem,ketan,kolak.Makanan ini di sajikan dan di persembahkan untuk para leluhur sebagai bentuk penghargaan dan bakti dari yang masih hidup.
2.ketan salak di persembahkan untuk kanjeng penembahan senopati.
3.ikan bakar,hati sapi bakar,dan candu untuk di persembahkan pada pelindung gilang.
4.kolak kencana.yaitu kolak yang berisi pisang emas utuh dengan kulitnya.hal tersebut di lakukan sebagai persembahan untuk kanjeng ratu kidul.
5.ketan salak dan pindang telur ayam kampung yang di persembahkan untuk kanjeng sultan agung.
6.ketan kuning yang di tutup atas bawahnya dengan telur dadar dan jangan lupa di sertai dengan enten-enten(campuran parutan kelapa dan gula merah).makanan ini di ssajikan sebagai persembahan untuk panembahan bodho.
7.ketan lima warna.(merah,hujau,kuning,putih,dan biru)dalam hal ini,warna bisa di rekreasi asalkan memiliki warna yang berbeda.hal itu sebagai perlambang jenis-jenis logam,seperti besi,emas,dan sebagainya.
8.sayur padhmara/jangkong.yaitu sayur kangkung memakai daging dengan berbagai macam bumbu.jangkong yaitu tepung beras di campur dan di aduk dengan sedikit air kapur,di isi dengan gula jawa,kemudian di bungkus dan di kukus.jenis makanan tersebut di persembahkan untuk memohon kerukunan dan kedamaian yang abadi.
Demikian pula dalam melaksanakan Hajat pernikahan juga di kenal dengan adanya selamatan.
Dalam acara selamatan pengantin juga terdapat makanan yang di sajikan untuk persembahan.adapun jenis-jenis makanan itu antara lain:
1.nasi golong lulut: yaitu sejenis nasi putih yang di kepal-kepal kemudian di bungkus dengan telur dadar dan jangan di beri alas.
2.nasi wajar: yaitu nasi putih dengan berbagai jenis sayuran matang,dan telur rebus(kesemuanya tanpa ada rasa garam).Nasi wajar di persembahkan dengan maksud dan tujuan untuk memohon ketentraman.
3.Nasi gebuli: dengan lauk telur rebus,ikan goreng/daging,bawang merah yang di goreng utuh,kopi seduh, makanan tersebut di persembahkan untuk syeh abdulkadir jaelani.
4.Nasi kuning yang di sajikan pada saat hari akad nikah kedua pengantin.
5.tumpeng robyong dan tumpeng gundul: tumpeng robyong yaitu tumpeng yang pada puncakya di beri telur rebus dengan kulitnya.terasi bakar,bawang merah dan cabai(bahan-bahan tersebut di tusuk menjadi satu dengan satu bumbu).di sekitar tumpeng itu di beri aneka macam-macam sayuran matang(kuluban).berbeda dengan tumpeng robyong,tumpeng gundul berisi nasi putih tanpa lauk-pauk.kedua jenis tumpeng tersebut di persembahkan untuk memohon keselamatan selamanya.
6.bubur: bubur yang terdiri 3 macam.yaitu bubur piringan,bubur palang,dan bubur kuning.bubur piringan yang terdiri dari bubur merah putih yang di letakan berdampingan.bubur palang,yaitu bubur merah yang di tumpahi dengan bubur putih dengan posisi melintang.bubur bening atau ada yang mengatakan sebagai bubur sungsum.bubur bening terbuat dari tepung beras dan di lumuri santan.bubur ini di tunjukan untuk abu bakar,usman,umar,dan Ali.
MAKANAN KECIL DAN LAIN-LAIN:
1.kue apem,ketan,kolak.Makanan ini di sajikan dan di persembahkan untuk para leluhur sebagai bentuk penghargaan dan bakti dari yang masih hidup.
2.ketan salak di persembahkan untuk kanjeng penembahan senopati.
3.ikan bakar,hati sapi bakar,dan candu untuk di persembahkan pada pelindung gilang.
4.kolak kencana.yaitu kolak yang berisi pisang emas utuh dengan kulitnya.hal tersebut di lakukan sebagai persembahan untuk kanjeng ratu kidul.
5.ketan salak dan pindang telur ayam kampung yang di persembahkan untuk kanjeng sultan agung.
6.ketan kuning yang di tutup atas bawahnya dengan telur dadar dan jangan lupa di sertai dengan enten-enten(campuran parutan kelapa dan gula merah).makanan ini di ssajikan sebagai persembahan untuk panembahan bodho.
7.ketan lima warna.(merah,hujau,kuning,putih,dan biru)dalam hal ini,warna bisa di rekreasi asalkan memiliki warna yang berbeda.hal itu sebagai perlambang jenis-jenis logam,seperti besi,emas,dan sebagainya.
8.sayur padhmara/jangkong.yaitu sayur kangkung memakai daging dengan berbagai macam bumbu.jangkong yaitu tepung beras di campur dan di aduk dengan sedikit air kapur,di isi dengan gula jawa,kemudian di bungkus dan di kukus.jenis makanan tersebut di persembahkan untuk memohon kerukunan dan kedamaian yang abadi.
SAJEN MITONI
Tradisi upacara ini sudah berjalan sejak nenek moyang di Jawa. Upacara ini diadakan pada seorang perempuan Jawa yang masih percaya dan hamil pertama kalinya. Sedangkan sang suami juga ikut dalam upacara tersebut.
Asal mitonneloni berasal dari kata “miton” yang berarti tujuh yaitu perempuan yang hamil selama tujuh bulan, sedangkan “nelon” berarti 3 bulan lamanya dalam kehamilan. Lalu orang Jawa memberi nama mitonneloni yaitu memperingati seseorang perempuan yang hamil pertama kali dan waktu tiga bulan dan 7 bulan dan menyambut kelahiran. Konon ceritanya orang yang masih percaya kalau tidak diadakan maka kelahirannya akan terganggu, dan orang Jawa khususnya sesepuh masih kental dengan hal – hal tersebut.
Pada masa kehamilan, pada umumnya masyarakat Jawa hanya melaksanakan Upacara Tradisi Ngliman (hamil 5 bulan) dan Mitoni (hamil 7 bulan). Upacara Tradisi Mitoni ini bertujuan menolak bala dan mohon keselamatan bagi anak yang sedang dikandung dan sang ibu yang mengandung. Selain Mitoni, tradisi ini disebut juga Tingkeban. Perlengkapan upacara yang diperlukan adalah sebagai berikut:
- Golongan bangsawan: Sajen: tumpeng robyong, tumpeng gundul, sekul asrep-asrepan, ayam hidup, sebutir kelapa, lima macam bubur dan jajan pasar. Kenduri: nasi majemukan, tujuh pasang nasi, pecel ayam, sayur menir, ketan kolak, apem, nasi gurih, ingkung, nasi punar, ketupat, rujak dan dawet, emping ketan, air bunga dan kelapa tabonan.
- Golongan rakyat biasa : Sajen: sego jangan, jajan pasar, jenang abang putih, jenang baro-baro, emping ketan, tumpeng robyong, sego golong, sego liwed dan bunga telon. Kenduri: sego gurih, sego ambengan, jajan pasar, ketan kolak, apem, pisang raja, sego jajanan, tujuh buah tumpeng, jenang, kembang boreh dan kemenyan.
Tingkeb artinya tutup, sehingga tingkeban merupakan upacara penutup selama kehamilan sampai bayi dilahirkan. Upacara ini dilaksanakan pada umur kehamilan tujuh bulan di waktu setelah maghrib, dan dihadiri oleh si ibu, suami, keluarga, dukun dan ulama. Terdapat makanan pantangan yaitu ikan gabus/sungsang, daging yang bersifat panas, belut, kepiting, buah durian dan maja.
Upacara ini terbagi menjadi dua:
1. Mitoni untuk calon ibu yang akan mempunyai anak pertama dengan tambahan siraman
2. Mitoni untuk anak kedua dan seterusnya hanya dilakukan slametan kendhuri
Asal mitonneloni berasal dari kata “miton” yang berarti tujuh yaitu perempuan yang hamil selama tujuh bulan, sedangkan “nelon” berarti 3 bulan lamanya dalam kehamilan. Lalu orang Jawa memberi nama mitonneloni yaitu memperingati seseorang perempuan yang hamil pertama kali dan waktu tiga bulan dan 7 bulan dan menyambut kelahiran. Konon ceritanya orang yang masih percaya kalau tidak diadakan maka kelahirannya akan terganggu, dan orang Jawa khususnya sesepuh masih kental dengan hal – hal tersebut.
Pada masa kehamilan, pada umumnya masyarakat Jawa hanya melaksanakan Upacara Tradisi Ngliman (hamil 5 bulan) dan Mitoni (hamil 7 bulan). Upacara Tradisi Mitoni ini bertujuan menolak bala dan mohon keselamatan bagi anak yang sedang dikandung dan sang ibu yang mengandung. Selain Mitoni, tradisi ini disebut juga Tingkeban. Perlengkapan upacara yang diperlukan adalah sebagai berikut:
- Golongan bangsawan: Sajen: tumpeng robyong, tumpeng gundul, sekul asrep-asrepan, ayam hidup, sebutir kelapa, lima macam bubur dan jajan pasar. Kenduri: nasi majemukan, tujuh pasang nasi, pecel ayam, sayur menir, ketan kolak, apem, nasi gurih, ingkung, nasi punar, ketupat, rujak dan dawet, emping ketan, air bunga dan kelapa tabonan.
- Golongan rakyat biasa : Sajen: sego jangan, jajan pasar, jenang abang putih, jenang baro-baro, emping ketan, tumpeng robyong, sego golong, sego liwed dan bunga telon. Kenduri: sego gurih, sego ambengan, jajan pasar, ketan kolak, apem, pisang raja, sego jajanan, tujuh buah tumpeng, jenang, kembang boreh dan kemenyan.
Tingkeb artinya tutup, sehingga tingkeban merupakan upacara penutup selama kehamilan sampai bayi dilahirkan. Upacara ini dilaksanakan pada umur kehamilan tujuh bulan di waktu setelah maghrib, dan dihadiri oleh si ibu, suami, keluarga, dukun dan ulama. Terdapat makanan pantangan yaitu ikan gabus/sungsang, daging yang bersifat panas, belut, kepiting, buah durian dan maja.
Upacara ini terbagi menjadi dua:
1. Mitoni untuk calon ibu yang akan mempunyai anak pertama dengan tambahan siraman
2. Mitoni untuk anak kedua dan seterusnya hanya dilakukan slametan kendhuri
Langganan:
Entri (Atom)