Selamat Di Situs Resmi Pedepokan gunung Jati(Asuhan langsung Sesepuh Mbah Jenar).Tulisan ini Hanya sebagai wejangan semata.Ambil sisi Positifnya saja.

Padepokan Gunung Jati

HAKEKAT ILMU

HAKEKAT ILMU
Di dunia ini, ada orang-orang diberi kelebihan oleh
Tuhan hingga punya kemampaun supranatural
meskipun dia tidak pernah belajar. Ada pula
orang yang diberi kemudahan untuk mempelajari
berbagai ilmu sehingga ia bisa punya banyak
kemampuan dalam waktu singkat. Ada juga
orang yang kesulitan dalam mempelajari ilmu,
padahal dia sudah tekun berusaha. Jika Anda
termasuk golongan yang terakhir, maka jangan
pesimis dulu. Masih banyak jalan untuk
membuka pintu keilmuan Anda.
Banyak orang belajar ilmu gaib selama bertahun-
tahun, tetapi tidak ada hasil yang memuaskan.
Kegagalan itu bisa saja terjadi karena ilmu yang
dipelajari sudah tidak asli tata-caranya atau
mempelajari ilmu palsu. Banyaknya Ilmu palsu
dan ilmu yang tidak asli tradisinya biasanya
adalah ulah oknum paranormal yang tidak
bertanggung jawab
Jangan mudah percaya kepada orang yang
katanya bisa membuka aura, cakra atau hijab gaib
sehingga orang bisa dengan cepat menguasai
ilmu gaib dan bisa masuk alam gaib.
Sesungguhnya hati Anda hanya bisa terbuka oleh
usaha Anda sendiri. Orang lain hanya bisa
membantu mengarahkan dan memberi tahu
caranya.
Sebab kegagalan lainnya adalah ketidaktahuan
akan hakekat ilmu yang dipelajarinya. Orang yang
belajar ilmu gaib seharusnya tahu "dari mana
sumber kekuatan ilmu gaib dan bagaimana
proses atau cara kerja ilmu gaib", atau mungkin
dia berguru pada pada paranormal palsu yang
ilmunya pastinya palsu.
Oleh karena itu saya menyusun "Pembuka Ilmu
Gaib" yang mengupas dua hal pokok yang
seharusnya menjadi pengetahuan awal bagi Anda
yang ingin belajar ilmu gaib. Pengetahuan ini akan
sangat membantu dalam membuka pintu
kekuatan gaib di tubuh.
Sumber Kemampuan Supranatural
Aliran hikmah dan kejawen sepakat bahwa
sumber kekuatan ilmu gaib adalah khodam.
Namun kedua aliran tersebut berbeda pendapat
mengenai pengertian khodam. Aliran kejawen
beranggapan bahwa khodam atau prewangan
adalah jenis makhluk tertentu yang memang
diciptakan Tuhan untuk membantu manusia.
Menurut faham kejawen, khodam bukanlah jin
dan bukanlah malaikat, melainkan makhluk gaib
khusus yang berfungsi menimbulkan kekuatan
supranatural pada manusia sakti atau benda
bertuah.
Sedangkan aliran hikmah yakin bahwa "khodam"
sebetulnya hanyalah julukan bagi Jin atau Malaikat
yang membantu manusia. Pendapat ini
setidaknya bedasarkan dua alasan sebagai berikut:
Pertama, Khodam dalam bahasa Arab berarti
pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu
mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah
tangga, sopir, tukang kebun dan body guard juga
bisa disebut sebagai khodam.
Kedua, Bukankah dalam Al-Quran sudah
diterangkan bahwa Allah hanya menciptakan
hambanya dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat,
Manusia dan Jin. Kalaupun ada yang istilah
"khodam", maka tidak lain hanyalah nama alias
untuk ketiga jenis makhluk tersebut. Seperti
halnya "setan", sebetulnya bukanlah jenis mahluk,
melainkan hanya julukan bagi jin dan manusia
yang suka berbuat kejahatan. Saya pribadi lebih
meyakini pendapat aliran hikmah karena
mempunyai alasan yang kuat.
Keajaiban yang ditimbulkan oleh ilmu gaib
berbeda dengan mukzijat. Perbedaannya terletak
pada prosesnya dan siapa yang menerimanya.
Mukzijat hanya diterima oleh nabi/rasul dan
prosesnya tanpa perantara, tidak ada perantara
malaikat/jin yang menyebabkan nabi Musa bisa
membelah lautan dan tongkatnya menjadi ular.
Kejadian mukjizat langsung dari perintah Allah
"kun fa yakun!". Mukjizat tidak bisa dipelajari atau
diusahakan oleh manusia, termasuk nabi, nabi
hanya menerima dan tidak berkuasa menolak
kekuasaan Allah.
Sedangkan keajaiban yang ditimbulkan ilmu gaib
sebenarnya adalah fungsi khodam yang sudah
menyatu dengan pemilik ilmu gaib. Misalnya
orang yang kulitnya kebal senjata tajam,
sebetulnya kulitnya diselimuti enegi gaib oleh
khodam sehingga senjata yang hendak
menyentuh kulit terhalang dan tidak bisa
menembus. Proses ini serupa dengan atmosfer
bumi yang ketika ada meteor jauh maka akan
mengalami gesekan hingga meteor terbakar dan
habis, dengan begitu mahluk bumi menjadi aman
dari meteor yang berjatuhan.
Ilmu Gaib bisa dipelajari atau diusahakan. Usaha
untuk memperoleh ilmu gaib bisa dengan puasa,
wirid mantra, meditasi, pengisian (bila ada guru)
dan lain-lain. Khodam yang akan menjadi ruh
ilmu gaib pun berbeda-beda tergantung jenis
ilmu dan siapa yang mengamalkan ilmu tersebut.
Untuk amalan yang murni bersumber dari Al-
Quran, IsyaAllah, khodamnya adalah malaikat.
Ilmu Kejawen, kebanyakan berkhodam Jin
muslim atau jin non-muslim tergantung siapa
yang mengamalkannya dan niat memiliki ilmu
tersebut.
Sifat Khodam Ilmu Gaib
Saya yakin, sebagian dari Anda menjadi takut
mempelajari ilmu gaib setelah tahu bahwa
kekuatannya sebetulnya berasal dari makhluk gaib
(khodam). Ketahuilah bahwa jin yang menjadi
khodam suatu ilmu berbeda sifatnya dengan jin
pengganggu. Khodam adalah jin yang bersifat
pasif. Dia tidak bisa mempengaruhi pikiran Anda
dan tidak bisa menampakan diri.
Meskipun khodam selalu mengikuti Anda, dia
tidak akan berkomentar apapun tentang tindakan
Anda. Khodam juga tidak bisa berkomunikasi
dengan Anda, kecuali Anda menguasai ilmu
untuk berkomunikasi dengan khodam. Jadi
intinya, meskipun ratusan khodam mengikuti
Anda, Anda tetaplah diri Anda yang merdeka,
boleh melakukan apa saja sesuka hati. Anda tidak
perlu takut dengan khodam karena khodam
sepenuhnya hanya akan membantu Anda tanpa
minta imblan dan tidak mengganggu.
Mengapa harus puasa dan baca mantra?
Hakekat puasa dalam ilmu gaib adalah untuk
mempermudah penyatuan khodam dengan
pemilik ilmu. Bukan berarti tanpa puasa ilmu tidak
bisa dikuasai. Jika ada guru sakti yang bersedia
mengisi Anda, maka Anda langsung bisa memiliki
ilmu tanpa melelui proses puasa/ritual. Kekuatan
hasil pengisian tergantung seberapa besar
kesaktian guru yang mengisi Anda. Sedangkan
jika Anda puasa/ritual sendiri, maka kekuatan
yang dihasilkan tergantung penghayatan dan
kesungguhan Anda dalam menjalani puasa/ritual.
Mantra adalah sarana untuk memanggil khodam.
Saat Anda membaca mantra, beberapa khodam
yang sifatnya sama dengan mantra yang Anda
baca langsung datang mengitari Anda. Khodam-
khodam itu tidak bisa lagsung bersatu dengan
tubuh Anda karena berlainan materi penyusun
tubuh. Jin terbuat dari api (panas) dan Anda
terbuat dari tanah (netral), maka agar
mempermudah penyatuan khodam dengan diri
Anda anda harus mengosongkan perut hingga
tubuh Anda lemah dan terasa panas.
Lemahnya tubuh Anda saat berpuasa juga
mempermudah penyatuan khodam. Logikanya,
tubuh lemah adalah karena kekurangan energi,
maka ada kesempatan bagi khodam untuk
mengisi kekurangan energi di tubuh Anda.
Ilmu yang sudah ada pada diri Anda bisa
bertambah kuat dan juga bisa melemah
tergantung kerajinan Anda dalam merawat ilmu
tersebut. Merawat ilmu sama artinya dengan
menjaga hubungan antara khodam dan Anda.
Semakin kuat ikatan antara Anda dan khodam,
kekuatan ilmu Anda semakin kuat. Cara merawat
suatu ilmu adalah dengan membaca mantranya
rutin pada waktu yang ditentukan. Semakin
khusyuk dan banyak wirid mantra maka semakin
besar pula kekuatan ilmu Anda.
Cara Membuka Pintu Ilmu Gaib
Jika Anda termasuk orang yang sering gagal
dalam mempelajari ilmu gaib atau tidak
menemukan guru sakti yang bersedia mengisikan
ilmu ke tubuh Anda. Maka lakukanlah cara berikut
ini. Semoga dengan cara yang saya berikan,
Anda akan mudah menguasai ilmu gaib
meskipun Anda hanya belajar dari buku. Jika anda
tidak mengerti bahasa arab, maka gunakan cara
yang kedua. Amalan membuka ilmu gaib, disebut
juga amalan untuk untuk ketajaman mata hati.
Cara I, cocok bagi yang senang dengan aliran
Hikmah
Selama 4o hari, setiap selesai salat, terutama
magrib dan subuh atau ketika Anda selesai salat
malam (tahajud), lakukanlah wirid berikut ini.
Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada
Nabi Muhammad SAW.
Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada
Wali Ghauts hadzaz-zamani.
Membaca Ya Sayyidi Ya Rasulullah selama 30
menit dengan khusyuk.
Jika Anda punya waktu, maka Membaca kalimah
toyyibah“la ilaha illallah” 3000 kali atau
semampunya.
Dengan amalan ini, hati akan terang, pintu ilmu
gaib akan terbuka, sehingga Anda akan mudah
dalam menguasai bermacam-macam ilmu gaib.
Cara II, cocok bagi yang senang dengan aliran
Kejawen
Agar hati selalu memancarkan nur atau cahaya
yang mengantarkan manusia pada posisi yang
baik dan selalu beruntung, dapat diupayakan
dengan segala aktivitas yang bertujuan untuk
membersihkan hati. Diantara cara itu adalah laku
prihatin, semisal puasa dan melakukan ajaran
para leluhur untuk menggugah (membangunkan)
hati melalui mantra sebagai berikut
Bismillahir rahmaanir rahiim
Ati–ati siro tangi
Amoco layang puspo kati
Sanyang surya sanyang sasi
Byar padhang badan jasmani
Padang saking kersaning Allah
La ilaha illallah Muhammadur rasulullah.
Mantra ini dibaca pagi hari di depan rumah
sembari menanti terbitnya matahari dan sore hari
sambil menanti datangnya waktu mahrib. Dan
orang-orang tua zaman dulu yang mengamalkan
Doa Padhang Ati ini mengawalinya dengan puasa
mutih selama 7 hari. Mutih adalah tidak makan
makanan yang berasal dari mahluk bernyawa/
binatang.

PELET PANDANGAN MATA

PELET PANDANGAN MATA
Pelet Pandangan Mata atau Pelet Tatapan Mata
adalah pelet kuno yang ampuh dan mudah,
cukup melihat target yang dituju sambil melihat
matanya kemudian bacakan doa mantera nya,
maka setelah itu si target akan jadi suka dan jatuh
cinta dengan anda, ini adalah pelet ampuh tanpa
pantangan dan mudah cara pakai nya.
Salah satu pelet yang paling ampuh adalah pelet
melalui pandangan mata. Pelet ini mirip dengan
hipnotis. Keampuhannya memang tidak
diragukan lagi, namun untuk menguasai pelet ini
butuh perjuangan ekstra keras. Selain itu tidak
semua orang bisa menguasai pelet pandangan
mata ini. Karena harus orang ornag yang benar
suci hatinya dan tidak ada rasa dengki. Harus
punya perilaku baik dan tidak sombong. Baik
sombong pada diri sendiri maupun sombong
pada orang lain. Apalagi sombong pada tuhan
yme. ( allah ).
Orang yang menguasai ini dengan mudah
menaklukkan setiap orang hanya dengan
pandangan mata nya. Pelet ini berasal dari timur
tengah. Dengan doa bahasa arab yang mudah
dibaca bagi orang islam. Pelet pandangan mata ini
sekalidi kuasai maka akan berfungsi selamanya.
Adapun pantangan pelet pandangan mata ini
adalah tidak boleh merusak pagar ayu. Apasih
pagar ayu itu kok nggak boleh dirusak? Pagar ayu
adalah ikatan syah perkawinan yang di akui oleh
agama dan negara. Jadi orang yang memiliki pelet
pandanganmata ini tidak boleh merusak rumah
tangga orang.
Bisa digunakan untuk mencari jodoh bagi yang
sulit jodoh.untuk pelet media kartu sim Hp KLIK DISINI.

PUTUS ASA DALAM BERDOA

PUTUS ASA DALAM BERDOA
Kenapa kita tidak boleh mutung dan
membatalkan doa yang telah dipanjatkan
kepada Tuhan?
Salah satu sifat wajib Tuhan Yang Maha Esa
adalah MAHA MENDENGAR dan MAHA MELIHAT.
Dengan memiliki sifat ini, manusia tidak boleh
khawatir dan takut bahwa apa yang
diharapkannya tidak didengar bahkan dilupakan
oleh Tuhan.
Kalau kita berharap sesuatu, maka selidikilah
kepada siapa harapan dan doa itu kita
gantungkan? Kalau kita berharap pada tetangga,
pada bupati, pada gubernur, pada menteri, pada
polisi, pada jaksa, bahkan pada presiden, maka
kita tidak usah seratus persen yakin bahwa
harapan kita itu dikabulkan. Kenapa? Sebab
mereka adalah manusia yang bisa lupa.
Meskipun bisa jadi kita sudah mengadakan akad
yang ditulis di atas hitam dan putih pun jangan
berharap banyak deh. Misalnya kita berharap agar
uang yang kita tanam di bank suatu ketika akan
menghasilkan laba, namun harapan itu
hendaknya tidak usah terlalu diyakini … Sebab bisa
jadi banknya kolaps, tutup dan sebagainya. Kalau
suatu ketika kita mengadakan perjanjian di atas
kertas bermaterai pun dengan demikian kita
menanamkan harapan, juga hendaknya tidak
usah terlalu yakin bahwa harapan kita itu bisa
benar-benar akan ditunaikan oleh pihak lain.
Menanam harapan dan perjanjian di dunia boleh
saja, bahkan bisa jadi menentramkan. Namun kita
tidak boleh menggantungkan keyakinan dengan
derajat kepastian seratus persen. Kalau kita
meyakini seratus persen, bersiaplah untuk
menanggung kekecewaan seumur hidup. Sebab
semua perjanjian yang dibuat antar makhluk
apalagi makhluk yang punya akal, sifatnya
RELATIF. Manusia punya akal, dia mudah ngakali
dan akal-akalan dengan janjinya.
Masih mending menaruh harapan dengan benda
mati. Misalnya mobil atau sepeda motor. Bila
suatu ketika kita membeli mobil atau sepeda
motor baru, semua onderdilnya pasti juga baru
dan jika kita mengisinya dengan bensin yang
cukup dan melaju di jalan tol yang lengang, maka
kita bolehlah berharap banyak bahwa si mobil
mampu digeber dengan kecepatan 120 kilometer
perjam lebih.
Masih juga mending kita menaruh harapan pada
makhluk halus. Misalnya jika kita ingin cepat kaya
dan memelihara tuyul, maka kita boleh berharap
banyak agar si tuyul tiap hari mencuri uang dan
memberikannya pada kita. Makhluk tuyul sangat
kecil kemungkinannya untuk memberikan uang
hasil curiannya pada orang lain yang dia tidak
kenal. Tuyul takut melanggar perjanjian dan akad
yang telah dibuat bersama sehingga suatu ketika
Tuyul juga menagih haknya sesuai dengan
perjanjian awal saat seseorang berkeinginan
memelihara tuyul.
Contoh lain, saat seseorang berkeinginan untuk
menyantet. Seorang dukun mengadakan
perjanjian dengan makhluk halus. Dukun berjanji
akan memberi makanan berupa ritual slametan
dan berjanji akan memberi tumbal (nyawa
keluarga klien) bila si makhluk halus berhasil
menyantet seseorang (musuh klien). Dalam
prakteknya, membuat perjanjian degan makhluk
halus derajat kepastiannya malah lebih bisa
dijamin dibanding dengan manusia.
Manusia kayaknya mudah untuk mblenjani (inkar)
janji. Sangat sering kita dengar, seseorang
berjanji namun dia mengingarinya sendiri.
Padahal, ciri-ciri manusia beriman salah satunya
adalah MENEPATI JANJI. Jika kita tidak menepati
janji, maka oleh Tuhan kita ini dianggap tidak
beriman. Beriman jelas letaknya tidak di mulut,
namun di dalam hati yang memancar di dalam
perilaku. Manusia yang sudah tinggi tingkat
spiritualnya, pastilah orang-orang yang tidak suka
mengobral janji namun sedikit usaha. Sebaliknya,
mereka sedikit obral janji namun banyak usaha.
DAFTAR TUNGGU DOA
Kita sudah sering membahas tentang hakikat doa,
yaitu harapan yang kita sampaikan kepada pihak
lain. Yaitu hanya kepada Tuhan. Doa tidak perlu
disampaikan kepada akik, keris, tombak, dan
sebagainya. Doa yang benar hanya disampaikan
kepada Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha
Melihat.
Saat kita berdoa, maka malaikat pasti mencatat
doa kita dan buku catatan itu tidak ditinggal di
sembarang tempat. Doa kita diletakkan di kotak-
kotak yang suatu saat pasti akan dikabulkan untuk
kita. Mari kita renungkan, mana doa kita yang
sudah dan belum dikabulkan pada Tuhan?
Bertanyalah kepada orang yang hampir
meninggal, apa ada doanya yang tidak dikabulkan
Tuhan. Pasti jawabannya "semua doa saya sudah
dikabulkan Tuhan."
Doa manusia memang tidak langsung dikabulkan
Tuhan. Sebab Tuhan bukan pelayan di restoran
cepat saji. Tuhan juga bukan tuas gas dan rem
mobil yang jika kita gerakkan langsung bereaksi
sesuai dengan kehendak kita. Ya, kita memang
sangat-sangat keterlaluan memperlakukan Tuhan.
Padahal kita tahu bahwa Tuhan Rabbul Alamin.
Pencipta Alam semesta satu-satunya dan tidak
ada duanya. Satu dalam kemanunggalannya.
Satu yang tidak ada yang lain. Kata "satu"inipun
tidak begitu tepat karena nanti ada kata dua, tiga,
empat dan seterusnya. Jadi, ya pokoknya hanya
DIA YANG ADA DAN SATU-SATUNYA SUMBER
SEMUA YANG ADA. Karena Yang Ada adalah
satu-satunya predikat yang paling umum dan
mendasari semua yang ada, maka tanpa
kehadiran Tuhan, semua yang ada ini menjadi
tidak bermakna dan tidak masuk akal. Tuhan
adalah LOGOS YANG MENCIPTAKAN KOSMOS.
Dengan Kemahabijaksanaan-Nya Tuhan tidak
menolak doa kita. Dia Maha Welas Asih sehingga
doa kita pasti dikabulkannya. Malaikatlah yang
mencatat doa kita dan diletakkan di daftar tunggu
antrian di alam malakut. Daftar tunggu itu seperti
lemari besar milik seorang manusia yang di
dalamnya ada kotak-kotak doa kita. Orang yang
tidak pernah berdoa, maka di dalam lemari hidup
itu kosong melompong. Banyak tidaknya kotak
doa di lemari harapan ini sejatinya tidak
menunjukkan derajat ketinggian spiritual
manusia. Sebab ada orang yang banyak berdoa,
namun doanya kebanyakan berisi doa tentang
ketidakpuasan hidupnya di dunia, keinginan-
keinginan yang disampaikan melulu bersifat
duniawi … maka derajatnya pasti sangat rendah.
Ada lagi doa yang banyak dipanjatkan untuk
mensyukuri nikmat-nikmatnya sehingga lemari
harapan ini penuh. Ini lemari manusia yang
derajatnya sangat mulia. Dan yang paling mulia,
adalah lemari harapan yaitu doa agar manusia
diperkenankan untuk melihat wajah Nya dan
mencicipi nikmatnya bersatu dengan Dzat-Nya
kemudian hidupnya dipenuhi dengan semangat
untuk menolong semua makhluk ini dari
kesesatan. Manusia yang demikian pasti
mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya.
Kenapa Tuhan menunda doa kita? Itu karena
Tuhan menyayangi kita. Kita yang biasanya tidak
tahu apa yang akan terjadi, biasanya doa yang
kita panjatkan juga asal-asalan. Kita tidak tahu jika
doa kita langsung dikabulkan, bisa jadi kita akan
tidak siap dan menjadi orang yang manja.
Padahal, hukum alam semesta ini pasti mengutuk
sikap MANJA. Hukum yang berlaku di Alam
Semesta ini adalah HUKUM KAUSALITAS SEBAB
AKIBAT yang jauh dari sikap manja. Dalam hidup
ini, kita diminta untuk berusaha, membanting
tulang dan mencari rezeki yang halal. Alam
semesta hanya menyediakan bahan mentah dan
manusia diwajibkan untuk mengolah bahan
mentah agar dia bisa hidup secara layak dan
manusiawi.
Di alam semesta berlaku SELEKSI ALAM. Siapa
yang berusaha keras maka dia yang akan berhasil
mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang
diusahakannya. Jangan berharap lebih dari apa
yang kita usahakan, karena di sana nanti ada
unsur NEGATIF dan ada amalan yang bisa
membalik ke kita lagi. Bila Anda menanam biji
mangga maka berharaplah agar mangga itu akan
berbuah. Jangan berharap berbuah duren atau
pisang karena itu berarti tidak mungkin. Jangan
berharap mendapatkan rezeki nomplok turun dari
langit setelah kita berdoa jutaan kali, karena Tuhan
tidak mungkin memberikannya.
Jangan berharap akan kaya mendadak, kecuali bila
Anda memang anak seorang bos yang sudah
kaya duluan. Bila tidak ingin miskin, maka ambil
cangkul dan bangunlah pada pagi hari. Berangkat
ke sawah dan berharaplah suatu saat apa yang
Anda tanam itu mendatangkan hasil. Hiduplah
serasi dengan hukum alam, hiduplah harmoni
dengan hukum Tuhan. Meskipun kita bukan
orang besar, terkenal dan jauh dari hiruk pikuk
dunia yang gemerlap tapi yakinlah bahwa suatu
saat kita akan menjadi makhluk paling terhormat
karena mampu menjaga nilai-nilai yang abadi dan
suci.
Jadi, jangan pernah mutung dan membatalkan
doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan.
Namun, lupakan saja doa yang pernah kita
panjatkan agar kita tidak dihinggapi penyakit
TIDAK YAKIN BAHWA TUHAN MAHA MELIHAT
DAN MAHA MENDENGAR. Berdoalah dengan
sungguh-sungguh. Cukup sekali saja dan
kemudian lanjutkan hidupmu dengan hati yang
sabar dan pasrah.

Baca Juga