Selamat Di Situs Resmi Pedepokan gunung Jati(Asuhan langsung Sesepuh Mbah Jenar).Tulisan ini Hanya sebagai wejangan semata.Ambil sisi Positifnya saja.

CARA HIPNOTIS

CARA HIPNOTIS
Apakah hipnotis itu gaib?dalam masyarakat hipnotis di pakai sebagai petunjuk untuk hiburan,juga di manfaatkan untuk terapi.dalam keadaan yang bagai mana tidur hipnotis itu.?tidur hipnotis dan tidur biasa beda.saat tidur hipnotis subyek berada dalam kondisi sadar dan tidur.dalam kondisi ini,subyek dalam alam bawah sadar.tapi dalam sadarnya tetap aktif.MANFAAT HIPNOTIS.hipnotis bisa di pergunakanu sebagai pertunjukan atau hiburan.bisa juga di gunakan sebagai terapi.APAKAH SEMUA ORANG BISA DI HIPNOTIS?agar semua orang sukses di hipnotis,maka harus peka terhada sugesti dan mau di hipnotis.GARIS BESAR LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN HIPNOTIS.
1.Sugestikan kepada target untuk tenang dan santai.
2.sugestikan kepada si target untuk ngantuk dan tidur.
3.sugestikan kepada target untuk melaksanakan dan untuk tidak melaksanakan hal hal yang di harapkan.
4.sugestikan pada target untuk bangun.
5.penutup.
Hipnotis adalah suatu teknik dan juga seni.hipnotis adalah ilmu yang bisa di kuasai dari yang kecil sampai yang tua.tidak heran kalau zaman sekarang kita jumpai kejahatan kejahan yang bermodus pakai ilmu hipnotis.dan ilmu hipnotis pun sekarang juga banyak di salah gunakan.sebenarnya hipnotis untuk suatu terapi tertentu.misal,menghilangkan kecanduan narkoba,dan lain sebagainya.jadi bila anda menpunyai atau menguasai ilmu hipnotis jangan di salah gunakan untuk kejahatan.kalau cuma setakat untuk hiburan ya tidak apa.semoga pembabaran di atas dapat kita ambil hikmahnya.salam peseduluran.

PENGERTIAN KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI

PENGERTIAN KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI
Dalam budaya jawa ( kejawen ) , penyebutan "
Kakang Kawah Adi Ari-Ari " keberadaannya
masih tersamar. Apalagi di zaman modern
sekarang ini. Mitos saudara kembar yang ghaib ini
cenderung di abaikan. Ini konsekuensi dari zaman
maju. Dunia material cenderung meningkat,
sedang kaweruh spiritual orang jawa kian
gersang. Kita mencoba untuk memahami kembali
Puasa Weton yang bagi orang jawa di percayai
dapat memberikan pencerahan spiritual dengan
berbagai mitosnya yang penuh dengan
kesakralan dan religiusitas.
Hakikat Puasa menurut " Wulang Reh ". Sri
Pakubuwono IV telah memberikan wewaler,
peringatan,pada anak cucunya untuk
pengekangan nafsu. Peringatan itu tertuang
dalam karyannya Serat Wulang Reh, yang di tulis
pada hari ahad kliwon, wunku sungsang, tanggal
ke-19, bulan besar, mongso ke-delapan, windu
sancaya dan di beri sengkalan : Tata-guna-
Swareng-Nata ( 1735 ).Ia bergelar : Ingkang
Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono
Senopati Ing Ngalogo Abdur Rahman Sayyidin
Panotogomo IV. Nama kecilnya adalah Bandoro
Raden Mas Gusti sumbadyo, Putra Pakubuwono
III dengan Kanjeng Ratu Kencana.Dalam pupuh II
Tembang Kinanthi ia menulis : "Podho Gulangen
Ing Kalbu, Ing Sasamita Amrih Lantip, Ojo pijer
mangan nendra, ing kaprawiran den kesthi,
Pesunen sariraniro , Sudanen dhahar lan guling.
(Wahai, asahlah di dalam hatimu biar tajam
menangkap isyarat isyarat ghaib. jangan terlalu
banyak makan dan tidur, kurangilah hal tersebut,
cita citakan kaprawiran " keluhuran budi ", agar
bisa mengekang diri) ".Inti yang cepat di tangkap
dari wejangan ini menyangkut pada pengendalian
diri dan cara yang harus di tempuh adalah
dengan perpuasa.Hakekat Puasa adalah
pengekangan diri, karena alam duniawi banyak
memberi godaan. Silau dengan kemewahan,
apalagi kalau sedang mendapat suka cita yang
berlebihan, " Maka kaprayitnan batin
( kewaspadaan ) akan terkurangi. Manusia
akhirnya akan terbelenggu nafsunya. Nafsu yang
bersumber dari dirinya sendiri.
Nafsu merupakan sikap angkara yang dalam
Wulang Reh di sebutkan terdiri dari 4 macam ,
yaitu :
1. Lawwamah, Bertempat di perut, lahirnya dari
mulut ibarat hati bersinar hitam. Akibatnya bisa
menimbulkan dahaga, kantuk dan lapar.
2. Amarah, artinya garang bisa menimbulkan
angkara murka, iri dan emosional. Ia berada di
empedu, timbulnya lewat telinga bak hati
bercahaya merah.
3. Sufiyah, Nafsu yang menimbulkan birahi,
rindu, keinginan dan kesenangan. Sumber dari
Limpa timbul lewat mata bak hati bercahaya
kuning.
4. Muthmainah, Berarti rasa ketentraman. Punya
watak yang senang dengan kebaikan, keutamaan
dan keluhuran budi. Nafsu ini timbulnya dari
tulang, timbul dari hidung bagai hati bersinar
putih.
Lelaku Puasa
Ritualnya di mulai dengan reresik raga
( membersihkan badan ). Badan harus bersih dari
kotoran dunia, caranya dengan siram jamas
( mandi besar ).
Kalau perlu menggunakan kumkuman
( rendaman ) bunga lima warna, Mawar, Melati,
Kenanga, Kanthil putih, Kanthil kuning. Waktu
mandi membaca doa " Ingsun Adus Ing Banyu
Suci, Kang adus badan sejati, Kakosokan nyowo
sejati, Amulyaaken kersane Pangeran ( Aku
mandi di air suci, Yang mandi badan sejati,
membersihkan nyawa sejati, memuliakan takdir
Illahi.
Lelaku, jangka waktu puasa ini sehari semalam
yang di mulai pukul 24.00 WIB di akhiri pukul 24
WIB hari berikutnya. lelaku puasa yang lebih
bersifat khusus. Jangka waktunya 3 hari.
Keistimewaan puasa ini menurut pinisepuh ( para
arif ) jawa terletak pada nilai amalannya.
Seseorang yang melakukan puasa dina dulur ini,
nilai amalannya hampir sama dengan puasa 40
hari. Keistimewaan lain adalah terletak pada
mustikanya. Puasa ini di yakini dapat
menyelesaikan problematika hidup yang sangat
berat dalam waktu yang sangat mendesak.
Tiga weton dan buang sengkala
Ritual Puasa dina dulur ini selama 3 hari, dan
harus tepat pada hari Selasa Kliwon, Rabu Legi
dan Kamis Pahing. Tentu saja ini dari hitungan
kalender jawa, atau umumnya dalam satu bulan
terdapat 3 hari yang berurutan ini. Tinggal kita
saja yang menentukan ada kesiapan atau tidaknya
niatan yang mantap untuk menjalankan lelaku
puasa khusus ini.Jangka waktunya juga sama
dengan waktunya puasa puasa kejawen lainnya.
Dimulai ( sahur ) pada pukul 24 WIB di akhiri
( Berbuka ) pada pukul 24 WIB hari berikutnya.
Demikian juga kesiapan jiwa raga seseorang yang
hendak berpuasa. Di pagi harinya, sebelum hari
(H) ia wajib melakukan pembersihan diri dengan
cara " siram jamas " ( mandi besar ) lebih baik
kalau menggunakan kumkuman ( rendaman )
bunga setaman yang baru di beli di pasar.
Cara mandi jamas ini tidak boleh sembarangan.
Rendaman bunga yang tercecer itu harus di
kumpulkan dan di larung ( di buang ) di sungai.
Hal ini di dasarkan pada mitos "sengkala" ( nasib
buruk/dosa dosa ). Termasuk sifat buruk dan
nafsu dalam diri manusia harus harus di buang
jauh. Larung di maknakan di buang jauh.
Sedangkan sungai ( muaranya menuju lautan
bebas ) sebagai simbol dunia luas dan tak
terbatas.
Bubur Lima Warna (Panca Warna)
Akan lebih sempurna bila dalam ritual larung ini di
sertakan sesajen berupa bubur lima warna.
Hitam, putih, Merah, Kuning dan merah di beri
titik putih. Lima warna ini berarti menghormat
pada " Keblat Papat Limo Pancer " ( Keblat 4 5
bumi tempat berpijak ). Hitam berada di utara,
merah di selatan, kuning bertempat di barat dan
putih berada di timur.Khusus Filosofi bubur
merah bertitik putih, sebenarnya di artikan
penghormatan kepada orang tua. Bisa juga
sesepuh ( leluhur kita ) baik yang masih hidup
ataupun yang sudah meninggal. Namun dalam
khasanah kiblat tadi di maknakan pancer.Tentang
bubur lima macam ini bisa kita kaitkan dengan
simbolisasi bunga lima warna. Dan semua unsur
ini di maksudkan sebagai pelengkap sebelum
melakukan puasa dino dulur. tetapi jauh di balik
ini semua ada mitos bahwa semua unsur itu
sebagai pendukung ( kekuatan batin ) dalam
melaksanakan puasa. Sekaligus penguat dan
peneguh iman seseorang dalam menjalankan
ritual puasanya.
Saudara Ghaib / Sedulur Papat Kalimo Pancer
Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari
sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu
menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja,
selama orang itu hidup didunia. Mereka memang
ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu
dengan setia membantu, mereka tidak tidak
punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu
juga harus mempunyai hubungan yang serasi
dengan mereka yaitu :
a. Kakang Kawah, saudara tua kawah, dia
keluar dari gua garba ibu sebelum kamu,
tempatnya di timur warnanya putih.
b. Adi Ari-Ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari
gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat
warnanya kuning.
c. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu
sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan
warnanya merah
d. Puser, pusar yang dipotong sesudah
kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya
hitam.
Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah
Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan
jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur
papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu
ada. Sementara orang menyebut mereka keblat
papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima
ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan
melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti,
berbentuk udara. Mar adalah udara, yang
dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan
bayi, sedangkan Marti adalah udara yang
merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan
si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini
warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta
bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu
melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang
sungguh-sungguh ) mereka itu selalu bersama
kamu, menjaga kamu dimanapun kamu berada.
Mungkin kamu tidak menyadari bahwa mereka
itu menolongmu dalam setiap saat kegiantanmu,
mereka akan senang, bila kamu memperhatikan
mereka, mengetahui akan keberadaan meraka.
Adalah bijaksana untuk meminta mereka supaya
berpatisipasi dalam setiap kegiatan yang kamu
lakukan, seperti : minum, makan, belajar, bekerja,
meyopir, mandi dam lain-lain.
Dalam batin kamu mengundang mereka,
misalnya :
1. Semua saudara halusku, saya mau makan,
bantulah saya ( ewang-ewangono ) artinya
mereka itu akan membantumu, sehingga kamu
selamat pada saat makan dam makanan itu juga
baiak untukmu.
2. Semua saudara halusku, bantulah saya untuk
menyopir mobil dengan selamat sampai kantor.
Ini artinya kamu kan menyopir dengan selamat
sampai ke kantor, tidak ada kecelakaan yang
terjadi pada kamu, pada mobil dan yang lain-lain.
3. Semua saudara halusku, saya akan bekerja,
bantulah saya supaya bisa meyelesaikan
pekerjaan ini dengan baik dan lain-lain.
Tetapi kamu jangan meminta partisipasi mereka
pada waktu kamu mau tidur, untuk hal itu kamu
harus berkata : saya mau tidur lindungilah saya
( reksanen ) pada waktu saya tidur, kalau ada
yang mengganggu atau membahayakan,
bangunkanlah saya, sambil membaringkan badan
ditempat tidur sebelum menutup mata, dengan
meletakkan tangan kanan didada, menyentuh
jantung, katakanlah : " saya juga hidup "
Dengan mengenali mereka artinya kamu
memperhatikan mereka dan sebaliknya mereka
pun mengurusi kamu. Kalau kamu tidak
memperhatikan mereka, mereka tidak akan
berbuat apapun untuk menolongmu, mereka
mengharap supaya secepatnya kamu kembali ke
asalmu, supaya mereka itu secepatnya terbebas
dari kewajibannya untuk mendampingimu. Ketika
kamu kembali kealam kelanggengan, mereka juga
akan pergi dan berharap diberi kesempatan oleh
Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilahirkan sebagai
manusia dengan jiwa dan raga dalam hidup baru
mereka di dunia.
Weton adalah peringatan hari lahir seseorang
yang terjadi setiap 35 hari sekali. Untuk orang
Jawa tradisional mengetahui wetonnya itu penting
dan harus diingat kapan wetonnya itu, dengan
mengetahui tanggal, bulan, tahun kelahiran
seseorang bisa ditentukan hari wetonnya.
Pada saat weton biasanya akan dibuat semacam
sesaji sederhana yang berupa secawan bubur
merah putih dan satu gelas air hangat. Pemberian
ini adalah untuk saudara-saudara halus, dengan
mengatakan: ini untuk semua saudara halusku,
aku selalu ingat kamu, mengenali kamu, maka itu
bantulah dan jagalah aku. Sesaji sederhana ini
juga untuk mengingatkan dan bersyukur kepada
ibu dan ayah, karena melalui merekalah kamu
dilahirkan dan hidup di dunia ini.
Selanjutnya untuk mengingat dan menghormati
para leluhur dab yang paling penting untuk
mengingat dan memuji Sang Pencipta Hiduo,
Tuhan Yang Maha Kuasa.
Cara yang lengkapuntuk meyebut saudara-
saudara halus tersebut adalah : Mar marti, kakang
kawah, adi ari-ari, getih puser sedulur papat,
kalimo pancer .
- Bantulah saya (katakan apa keperluanmu)
- Jagalah saya pada waktu saya tidur
Sebaliknya kamu menyebut nama mereka
dengan lengkap sehingga kamu menjadi biasa
dengan mereka (jumbuh) misalnya untuk
beberapa bulan. Sesudah itu kamu boleh
memanggil mereka semua : saudara halusku.
Tetapi pada saat kamu berdoa atau meditasi,
kamu menyebut dengan nama lengkap, juga
pada saat kamu memberikan sesaji untuk
mereka, katakanlah nama mereka satu demi satu.
Kamu hendaknya tahu bahwa kakang kawah dan
adi ari-ari adalah yang paling banyak membantu
kamu. Kakang kawah selalu berusa dengan
sebaik-baiknya supaya semua keinginan dan
usahamu terealisir sedangkan adi ari-ari selalu
berusaha menyenangkan kamu.
Oleh karena itu pada saat kamu akan melakukan
hal yang penting atau sebelum berdoa, sesudah
menyebutkan nama lengkap mereka satu
persatu, ulangi lagi dengan menyebut kakang
kawah dan adi ari-ari untuk membantumu.
Selain memberikan sesaji kepada saudara-
saudara halus kamu bisa menyucikan diri, antara
lain dengan cara berpuasa selama 24 jam, hanya
makan buah dan sayuran ; makan nasi putih dan
minum air putih ; tidur sesudah tengah malam
atau tidak tidur sama sekali dan lain-lain.
Ada juga yang melakukan selama tiga hari
berturut-turut, yaitu satu hari sebelum weton,
pada saat weton dan sehari sesudah weton yang
disebut Ngapit.dengan selalu meminta partisipasi
dari saudara-saudara halusmu, ini berarti kamu
aktif secara lahir maupun batin
Yang melakukan sesuatu itu bukan hanya aku,
tetapi Ingsun yaitu aku-lahir, luar (jobo) bersama
dengan aku dari batin (jero). Maka itu orang Jawa
yang mau melakukan hal penting berkata : Niat
Ingsun.
Dengan melakukan laku spiritual seperti tersebur
diatas, biasanya orang berharap supaya hidupnya
selamat dan sejahtera, atau untuk penghayatan
ilmu sejati merasa lebih dekat kepada hidup sejati
atau kasunyatan.
Apabila anda ingin mendayagunakan
kemampuan spiritual Saudara ghaib anda
maka bangkitkan Potensi Ruhaniyah Pribadi
anda!

AJI LARIS DAGANGAN

AJI LARIS DAGANGAN
Ada macam-macam pengasihan, baik yang berfungsi untuk menjerat hati lawan jenis, atasan, orang banyak, maupun yang difungsikan secara khusus untuk kepentingan usaha atau bisnis. Yang pasti, pada dasarnya semua jenis ilmu pengasihan mempunyai satu tujuan, yakni untuk menarik simpatik. Setelah berkali-kali diketengahkan jenis-jenis pengasihan untuk menjerat si pujaan hati, kali ini kami sajikan pengasihan untuk usaha atau untuk berdagang.


Zaman kini segalanya serba riskan. Persaingan hidup yang semakin komplek menimbulkan minat warga masyarakat untuk terus berspekulasi dalam berbagai bidang. Ada sekelompok orang yang dengan berani mengambil kesempatan itu dengan menciptakan lahan bisnis baru, yang sebenarnya sangat musykil di zaman yang serba modern seperti sekarang ini. Dalam kelompok ini terkenal dengan sebutan paranormal. Dan tak dapat dipungkiri, banyak orang yang gandrung dengan jasa paranormal itu. Salah satu jasa paranormal yang ditawarkan adalah jasa pengasihan. Padahal sebenarnya pengasihan itu bisa dikerjakan sendiri. Asal tekun dan mau bersabar.
Sejak zaman dahulu kala aji-aji pengasihan ini bukan hanya menjadi monopoli orang-orang yang mendapat julukan paranormal, dukun, kyai atau lainnya. Banyak orang (yang bukan paranormal) memiliki pengasihan yang tak kalah ampuhnya dengan yang dimiliki paranormal. Tentu dengan suatu catatan dikerjakan dengan tekun dan penuh keyakinan.
Berikut ini kami cuplikan beberapa aji pengasihan dengan tujuan untuk usaha pelarisan dalam berjualan, usaha, dan bisnis. Aji pengasihan ini ada yang memakai laku puasa dan ada juga yang tanpa laku puasa.
Mengingat situasi dan kondisi, syarat puasa sepertinya cukup memberatkan. Karena itu kami sengaja mengetehangkan aji pengasihan yang pelaksanaannya tanpa perlu menjalankan laku puasa. Namun dalam melakukannya tentu saja harus disertai dengan kesungguhan dan keyakinan yang mantap, sebab kalau tidak maka yang Anda perbuat itu akan percuma, atau dalam pengertian tidak akan membawa hasil dan dampak apapun. Mantra yang pertama ini dibacakan pada barang dagangan saat Anda membuka warung atau tempat Anda berjualan.
"Ajiku sarine wulan,
Wong asih linulutan,
Lungaku tinangisan,
Tekkaku kinasihan,
Teka welas asih,
Marang barang ingsun,
Aja Gustiku maneh ora asiha,
Dewane wong saakedhaton
podo moro marang aku."


Sedangkan pada mantra yang kedua ini agak lain dalam pengalamannya. Yaitu melalui persyaratan seperti dibawah ini:
- Duduk bersila di malam hari, dengan menghadap ke Timur.
- Kemudian tidur membujur kaki berada di barat kepala berada di Timur.
Jika dalam duduk tadi Anda merasa kesemutan, kemudian tidurlah seperti persyaratan yang kedua dengan membaca mantra di bawah ini.
"Bismillahirohmanirrohim,
Urubing dzat Alloh,
Metu murub,
Alloh mobah jroning ambegan,
Gusti Alloh mosik jroning ati,
Gusti Alloh ingkang kuwasa,
Kawulo nyuwun gampang anggenipun pedos sandang,
ugi pados pangan,
Selawase kawulo gesang,
Samarga pinaringan gampang,
Gampang sarining gampang,
Gampang saking kersaning Alloh."


Mantra tersebut dibaca setiap malam menjelang tidur. Karena mantra pengasihan ini tanpa laku puasa maka pengaruhnyapun tidak langsung kelihatan. Namun bila terus menerus diamalkan dengan percaya diri dan sabar, niscaya yang Maha Penyayang akan mengabulkan keinginan Anda.kalau ada yang kurang jelas.bisa menghubungi saya langsung.

NGURI-URI BUDOYO JAWI

NGURI-URI BUDOYO JAWI
Aji-aji, mantra, japamantra apabila diamalkan,
diucapkan dalam batin , dipraktekkan sesuai
dengan persyaratannya akan mengeluarkan daya
yang umumnya disebut daya supranatural, daya
gaib atau magic dari aji-aji atau mantra tersebut.
Aji-aji atau mantra harus dilapalkan istilahnya
matak aji sesuai dengan bunyi aslinya, bahasa
aslinya tidak boleh dirubah, dikurangi, ditambah,
juga tidak boleh diterjemahkan, karena daya
kekuatannya akan ngabar – hilang.
Aji-aji, japamantra itu sudah ratusan tahun ada
ditanah Jawa, ini memang kekayaan non-materi
warisan leluhur Jawa, Nusantara. Ada banyak aji-
aji, japamantra yang dipakai, dimanfaatkan para
pendahulu kita supaya jalan kehidupan berjalan
dengan selamat, tentram, terbebas dari segala
gangguan yang tidak baik maupun yang mau
mencelakakan.
Aji-aji, japamantra biasanya dipunyai oleh
seseorang muda yang mulai menginjak dewasa ,
mereka yang berpikiran dan berhati baik dan
sadar akan panggilan hidupnya untuk selalu
berbuat baik dan benar untuk memayu
hayuning sesama lan buwana. Daya kesaktian
dari aji-aji, mantra, japamantra Jawa, Nusantara
telah lama merasuk jagat kehidupan ditanah ini
dan telah banyak dipetik manfaat dan dayanya
oleh para satria, pendekar dan pejuang negeri ini,
terutama pada masa perang kemerdekaan
melawan penjajah.
Banyak pejuang kita, menjadi manusia terpilih ,
kuat mengamalkan aji, mantra yang sakti
mandraguna. Sesuai dengan situasi disaat itu,
terdapat orang yang memiliki atau lebih tepat
menguasai aji dan mantra yang menjadi sakti,
tahan pukulan, senjata tajam, peluru, punya
pukulan geledek, pukulan maut, mudah
menghindari serangan, selamat dalam perang,
berwibawa, ditakuti musuh, dihormati teman.
Aji-aji, mantra, japamantra yang bermacam-
macam guna dan manfaatnya seperti untuk
pagar diri, tolak bala dan menaklukkan lawan
biasanya dipunyai oleh guru-guru yang
mumpuni dan bijak. Secara umum disebut Aji
Kasekten, ada juga yang menyebut Sipat
Kandel, yang menyebabkan orang punya rasa
percaya diri, berani mengemban tugas dan
kewajiban yang benar dan mulia.
Sekali lagi kegunaannya secara garis besar
adalah :
1. Raga menjadi sakti, tahan terhadap berbagai
serangan seperti pukulan, senjata tajam, peluru ,
tidak mempan pukulan fisik maupun "halus".
Punya pukulan dan gerakan menyerang yang
melemahkan lawan.
2. Jaya-Kawijayan, menyebabkan pemiliknya
selalu berjaya dalam setiap pertempuran dan
selalu memenangkannya dengan cara kesatria.
3. Pangeram-eram, punya kemampuan yang
amat menakjubkan seperti sesuatu hal yang
sepertinya tidak mungkin, tetapi kenyataannya
terjadi.Seperti bisa menghilang, tak mempan
pusaka, anti peluru dlsb.
Cara mendapatkan Aji-aji
Mengingat daya kemampuan dari aji-aji, mantra,
japamantra yang ngebat-ebati, yang luar biasa
hebatnya, maka tak mengherankan bahwa
banyak golongan muda pada masa kuno dan
masa itu yang tengah tumbuh keberaniannya,
berusaha untuk mendapatkan aji
kanuragan.Demikian pula orang-orang yang
dalam pekerjaannya memerlukan aji kanuragan,
seperti mereka yang mengurusi keamanan.
Lalu dari mana aji kanuragan bisa didapatkan?
Sejak dari masa kuno,masa lalu dan mestinya
sampai kini, japamantra beserta ngelmu dan
lakunya bisa didapat dari : 1. Guru 2. Dari tirakat
sendiri.
Dari Guru
Guru biasanya mengajarkan ngelmu yang
dilengkapi dengan laku dan aji, dan mantranya
sekalian.
Istilahnya guru "nurunake", menurunkan artinya
mentransfer ngelmunya, kepandaiannya dalam
satu bidang tertentu kepada siswa yang
dianggapnya mampu. Istilah lainnya : siswa "diisi"
ngelmu kanuragan tertentu oleh guru.
Misalnya, suatu malam sang guru mentransfer aji
kanuragan tahan senjata tajam, dimalam lain
( sesudah siswa belajar lagi dan mampu) guru
memberinya ngelmu lengkap dengan amalannya
yang berupa pukulan geledhek, siapa saja terkena
pukulan ini akan nglumpruk, pingsan.
Jadi siswa akan menyerap ngelmu dan aji
japamantra dari guru secara step by step, tidak
sekaligus.
Dari tirakat sendiri
Ada orang yang menerima atau mendapatkan
suatu ngelmu atau japamantra bukan dari
seorang guru. Namun ini relatif jarang terjadi dan
yang menerima seperti ini biasanya karena orang
tersebut kuat sekali melakukan tirakat dan dengan
bersungguh-sungguh memohon petunjuk dari
Gusti Yang Maha Kuasa.
Dari hasil laku tirakatnya, mesu raga – mampu
sepenuhnya mengendalikan raga dan nafsu, cipta
yang kuat dan terus menerus kepada Gusti, maka
dia bisa mendapatkan ngelmu atau kepandaian
yang sangat dibutuhkannya. Dalam cerita
wayang , seorang satria setelah bertapa beberapa
lama ,mendapatkan pusaka atau kemampuan
supranatural dari Gusti dengan perantaraan
utusannya yaitu dewa. Dari legenda kuno kita
dapatkan cerita, seorang satria yang bertapa
mendapatkan petunjuk bisa berupa wahyu,
sasmita gaib / pemberitahuan gaib atau lewat
utusan Gusti berupa suksma luhur atau dewa.
( Ngelmu atau kepandaian yang dianugerahkan
oleh Gusti itu bisa pula berupa kemampuan untuk
menyembuhkan orang sakit, baik sakit fisik
maupun mental).
Kemampuan Aji Kasekten
Kemampuan aji kasekten terlihat sewaktu
dilafalkan, dipraktekkan. Apakah aji-aji berfungsi
semestinya? Hal itu tergantung dari kemanjuran,
kekuatan daya batin orang yang mengucapkan.
Apakah aji-aji itu sudah benar-benar atut,
merasuk, menurut dan berkiprah sesuai dengan
yang dikehendaki oleh yang mengucapkan ( dan
tentu saja sesuai dengan daya dan tujuan sebuah
aji-aji).
Dua orang yang mempunyai aji-aji yang sama
belum tentu mempunyai hasil yang sama pada
waktu me-matak aji-nya.
Oleh karena itu aji-aji, japamantra harus selalu
diingat, diasah, dilatih. Bukannya harus sering
dipakai bertarung, tetapi tetap ada dibatin, hindari
pantangannya kalau ada dan harus selalu yakin
bila satu saat, kapan saja, dimana saja – yen ana
gawe pari gawe, maka aji-aji itu akan berkarya
sebagaimana mestinya.
Aji-aji yang tak pernah diingat, diasah, lalu
dilupakan akan ngabar- hilang daya kekuatannya,
ini adalah hukum alam.

SEDEKAH

Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan
Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam mengenai
aktifitas bersedekah yang paling utama alias
afdhol.
Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol.
Bagi orang yang berusia muda dan sedang
energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih
tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya
seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan
sudah menjelang meninggal dunia.
Untuk itulah Nabi shollallahu 'alaih wa sallam
memberikan gambaran kepada ummatnya
mengenai sedekah yang paling afdhol.
ﻲِﺑَﺃ ْﻦَﻋ
َﻲِﺿَﺭ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ
ُﻪْﻨَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ
َﻝﺎَﻗ َﻝﺎَﻗ
ِّﻲِﺒَّﻨﻠِﻟ ٌﻞُﺟَﺭ
ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ
َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ
َﻝﻮُﺳَﺭ ﺎَﻳ
ُّﻱَﺃ ِﻪَّﻠﻟﺍ
ِﺔَﻗَﺪَّﺼﻟﺍ
َﻝﺎَﻗ ُﻞَﻀْﻓَﺃ
َﻕَّﺪَﺼَﺗ ْﻥَﺃ
ٌﺢﻴِﺤَﺻ َﺖْﻧَﺃَﻭ
ٌﺺﻳِﺮَﺣ
ُﻞُﻣْﺄَﺗ
ﻰَﻨِﻐْﻟﺍ
ﻰَﺸْﺨَﺗَﻭ
ﺎَﻟَﻭ َﺮْﻘَﻔْﻟﺍ
ﻰَّﺘَﺣ ْﻞِﻬْﻤُﺗ
ْﺖَﻐَﻠَﺑ ﺍَﺫِﺇ
َﻡﻮُﻘْﻠُﺤْﻟﺍ
ٍﻥﺎَﻠُﻔِﻟ َﺖْﻠُﻗ
ﺍَﺬَﻛ
ٍﻥﺎَﻠُﻔِﻟَﻭ
ْﺪَﻗَﻭ ﺍَﺬَﻛ
ٍﻥﺎَﻠُﻔِﻟ َﻥﺎَﻛ
"Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu
'alaih wa sallam: "Wahai Rasulullah, sedekah
apakah yang paling afdhol?" Beliau menjawab:
"Kau bersedekah ketika kau masih dalam
keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin
menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau
tunda hingga ruh sudah sampai di
kerongkongan, kau baru berpesan :"Untuk si
fulan sekian, dan untuk si fulan sekian." Padahal
harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli
waris)." (HR Bukhary)
Coba lihat betapa detilnya Nabi shollallahu 'alaih
wa sallam menggambarkan ciri orang yang
paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya
kita temukan ada empat kriteria: (1) Dalam
keadaan sehat lagi loba alias berambisi
mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam
keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam
keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4)
tidak dalam keadaan sudah menjelang
meninggal dunia dan bersiap-siap membuat
aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa
ditinggalkannya.
Pertama, orang yang paling afdhol dalam
bersedekah ialah orang yang dalam keadaan
sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat
mengejar keuntungan duniawi.
Artinya, ia masih muda lagi masa depan
hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan
perencanaan untuk menjadi seorang yang
sukses, mungkin dalam karirnya atau
bisinisnya.
Dalam keadaan seperti ini biasanya seseorang
akan merasakan kesulitan dan keengganan
bersedekah karena segenap potensi harta yang
ia miliki pastinya ingin ia pusatkan dan curahkan
untuk modal menyukseskan berbagai
perencanaan dan proyeknya.
Dengan dalih masih dalam tahap investasi,
maka ia akan selalu menunda dan menunda niat
bersedekahnya dari sebagian harta yang ia
miliki. Karena setiap ia memiliki kelebihan harta
sedikit saja, ia akan segera menyalurkannya ke
pos investasinya.
Setiap uang yang ia miliki segera ia tanam ke
dalam bisnisnya dan ia katakan ke dalam dirinya
bahwa jika ia bersedekah dalam tahap tersebut
maka sedekahnya akan terlalu sedikit, lebih baik
ditunda bersedekah ketika nanti sudah sukses
sehingga bisa bersedekah dalam jumlah
"signifikan" alias berjumlah banyak. Akhirnya ia
tidak kunjung pernah mengeluarkan sedekah
selama masih dalam masa investasi tersebut.
Kedua, bersedekah ketika dalam keadaan
sedang sangat ingin menjadi kaya. Nabi
shollallahu 'alaih wa sallam seolah ingin
menggambarkan bahwa orang yang dalam
keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti
bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan
orang yang dalam keadaan berambisi menjadi
kaya. Sebab bila seorang yang sedang
berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia
bukanlah tipe orang yang hanya ingin
menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri.
Ia sejak masih bercita-cita menjadi kaya sudah
mengembangkan sifat dan karakter dermawan.
Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan
dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka
dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar ada
hak kaum yang kurang bernasib baik yang
perlu diperhatikan.
Sekaligus kebiasaan bersedekah yang
dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap
awal merintis bisnisnya, maka hal itu
mengindikasikan bahwa si pelaku bisnis itu
sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh
seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi
Rezeki, Allah Ar-Razzaq.
Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari
kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun
adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang di
dalam meraih keberhasilan bisnisnya
menyangka bahwa kekayaan yang ia peroleh
merupakan buah dari kepiawaiannya dalam
berbisnis semata.
Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya
dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah swt.
ﺎَﻤَّﻧِﺇ َﻝﺎَﻗ
ُﻪُﺘﻴِﺗﻭُﺃ
ٍﻢْﻠِﻋ ﻰَﻠَﻋ
ِﺪْﻨِﻋ
"Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya
diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".
(QS Al-Qshshash ayat 78)
Ketiga, sedekah menjadi afdhol bila si pemberi
sedekah berada dalam keadaan khawatir
menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan
khawatir menjadi miskin, namun hal ini tidak
mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan
bahwa bersedekah dalam keadaan seperti itu
merupakan bukti ke-tawakkal-annya kepada
Allah.
Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka
mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau
menjadi miskin. Itu terserah Allah. Yang pasti
keadaan apapun yang dialaminya tidak
mempengaruhi sedikitpun kebiasaannya
bersedekah.
Ia sudah menjadikan bersedekah sebagai salah
satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat
dirinya. Persis gambarannya seperti orang
bertaqwa di dalam Al-Qur'an:
ْﺕَّﺪِﻋُﺃ
َﻦﻴِﻘَّﺘُﻤْﻠِﻟ
َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ
ﻲِﻓ َﻥﻮُﻘِﻔْﻨُﻳ
ِﺀﺍَّﺮَّﺴﻟﺍ
ِﺀﺍَّﺮَّﻀﻟﺍَﻭ
"... yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa, (yaitu) orang-orang yang
menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang
maupun sempit." (QS Ali Imran ayat 133-134)
Keempat, Nabi shollallahu 'alaih wa sallam
sangat mewanti-wanti agar jangan sampai
seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika
ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan
oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru
menyuruh seorang pencatat menginventarisasi
siapa-siapa saja fihak yang berhak menerima
harta miliknya yang hendak disedekahkan alias
diwasiatkan.
Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol.
Sebab pada hakikatnya, seorang yang
bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti
ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa
oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya
pilihan lain.
Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia
bebas memilih antara mengeluarkan sedekah
atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada
seseorang yang bersedekah ketika tidak ada
pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.
Itulah sebabnya Nabi shollallahu 'alaih wa sallam
lebih menghargai orang yang masih muda lagi
sehat bersedekah daripada orang yang sudah
tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk
bersedekah.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan
orang-orang yang senantiasa bersedekah yang
paling afdhol. Terimalah, ya Allah, segenap infaq
dan sedekah kami di jalanMu. Amin.

MEMBELI KESUKSESAN DENGAN SEDEKAH (ustad yusuf mansur)

MEMBELI KESUKSESAN DENGAN SEDEKAH (ustad yusuf mansur)
“Mengapa seseorang selalu merasa kurang
secara penghasilan? Mungkin karena ia
kurang sedekah!” buka Ustad Yusuf Mansur
malam itu. Beliau melirik sekelilingnya.
Wajah-wajah muda, dengan tatapan
penuh semangat tengah duduk
mengelilinginya. Mereka adalah 20 besar
kontestan eliminasi Mimbar Dai TPI. Mereka
tekun menyimak penuturan ustad pendiri
Wisata Hati Coorporation itu. Malam itu,
tanggal 12 Juli 2005, Ustad Yusuf mendapat
kesempatan memberikan pembekalan atau
pelatihan bagi para dai muda di Asrama
Haji Pondok Gede, Bekasi. Acara yang
diselenggarakan habis Isya sampai pukul
21.00 itu, berlangsung cukup seru.
Dilengkapi beberapa games, salah satunya
berupa simulasi dengan selembar kertas,
yang mengundang tanya peserta. Banyak
orang yang memiliki penghasilan besar,
namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan
tidak jarang pengeluaran mereka lebih
besar dari penghasilan yang didapat.
Mungkin diri kita pernah merasakan
demikian. Maka instropeksilah, mungkin
sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit,
sehingga berkah yang Allah berikan juga
sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am
ayat 160, Allah sudah janji akan
melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat
bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi
sebetulnya kita tak perlu ragu untuk
menyisihkan penghasilan bagi mereka
yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu
sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena
keajaiban sedekah.
Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusuf
memaparkan beberapa kisah yang Insya
Allah mampu meningkatkan keyakinan kita,
bahwa Allah pasti akan meliptrgandakan
pahala-Nya, bila kita sedekah. Contohlah
sebuah kisah tentang seorang supir yang
mengeluh karena gajinya terlalu kecil.
“Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan
Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya
cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia
ingin gajinya jadi 1,5 juta!” ujar Ustad Yusuf
sambil duduk bersila di permadani.
Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir
itu mensyukuri terlebih dahulu apa yang
telah didapatkannya selama ini. Kemudian
ia menunjukkan surat Al An’am 160 dan
surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi
yang kaya untuk membagi kekayaannya
dan yang mampu membagi
kemampuannya.
Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat
itu dibaca dan berapa kali, Ustad?” “Nah,
inilah kelemahan orang kita,” potong Ustad
Yusuf sejenak, “Qur’an hanya untuk
dibaca!”
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir,
Ustad Yusuf menyuruhnya segera berdiri.
Kemudian ia bertanya, ”Maaf… boleh saya
tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi?
”Supir itu mengangguk. “Nggak bakal
tersinggung?” Kembali supir itu
mengangguk. “Bawa duit berapa di
dompet?” desak Ustad Yusuf. Supir itu
mengeluarkan uangnya dalam dompet,
jumlahnya seratus ribu rupiah. Langsung
Ustad Yusuf mengambilnya. “Nah, uang ini
akan saya sedekahkan, ikhlas?”
Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya,
namun sejurus kemudian mengangguk
dengan terpaksa. “Dalam tujuh hari kerja,
akan ada balasan dari Allah!” “Kalau nggak,
Ustad?” “Uangnya saya kembaliin!”
Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari
pertama tidak ada apa-apa, demikian pula
hari kedua, bahkan pada hari ketiga
uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah.
Rupanya ketika ditanya Ustad Yusuf tempo
hari, sebenarnya ia bawa uang 125 ribu
rupiah, namun keselip.
Pada hari keempat supir itu diminta
atasannya untuk mengantar ke Jawa
Tengah. Selama empat hari empat malam
mereka pergi. Begitu kembali, atasannya
memberikan sebuah amplop, “Ini hadiah
istri kamu yang kesepian di rumah,” begitu
katanya.
Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah….
Jumlahnya 1,5 juta rupiah. Para dai muda
yang menyimak cerita itu terkagum-
kagum.
Kemudian ustad Yusuf bertanya, “Siapa
yang belum nikah?” serentak hampir
semua peserta mengacungkan tangan
dengan semangat, seraya bergurau. “Nah,
selain untuk memanjangkan umur,
mengangkat permasalahan, sedekah juga
mampu membuat orang yang belum
kawin jadi kawin, dan yang udah kawin…”
“Kawin lagi???” jawab beberapa peserta,
kompak! Ustad Yusuf tertawa, “Yang udah
kawin… makin sayang…”
Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada
seorang wanita berusia 37 tahun yang
belum menikah mengikuti seminarnya.
Setelah mendengarkan faedah sedekah,
wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat
dari rumahnya dan bertanya pada penjaga
masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini
butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…”
“Oh, kebetulan. Kami sedang melelang
lantai keramik masjid. Semeternya 150
ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang
dari sakunya, yang berjumlah 600ribu.
Tanpa pikir panjang ia membeli empat
meter persegi lantai tersebut,”Mudah-
mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.
Subhanallah… Allah menunjukkan
keagungan-Nya. Minggu itu juga datang
empat orang melamarnya! “Itulah
sedekah!”
Ustad Yusuf menantang mata peserta,”Sulit
akan menjadi mudah, berat menjadi
ringan… asal kita sedekah!”
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu
hari, seorang wartawan mengajak Ustad
Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose
dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes
E 200 Compresor baru. Tak ada yang
istimewa dengan mobil itu kecuali
harganya yang mahal, sekitar 725 juta
rupiah, dan… mobil itu milik seorang
tukang bubur keliling!
Loh, bagaimana bisa seorang tukang
bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah
berkehendak. Tukang bubur itu tentunya
tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah
mobil Mercedez baru. Namun
kepeduliannya kepada orang tua, justru
membuatnya kejatuhan bulan.
Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang
bubur itu giat sedekah. Ia sengaja
menyediakan kaleng kembalian satu lagi,
khusus uang yang ia sedekahkan. Yang
kemudian ia tabung di sebuah bank. Ketika
tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia
mendapatkan satu poin memperebutkan
sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur
itulah yang memenangkan hadiah mobil
tersebut.
Karena tak mampu membayar pajaknya
sebesar 25%, seorang ustad bernama
Hasan, pemilik Unisula, membantunya.
Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.
Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang
lunas hanya dengan sedekah 100 ribu
rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah
seorang ustad yang mengatakan, kalau
sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat
membayar hutang, dan dapat
menyelesaikan masalah. Teringat
hutangnya sejumlah 100 juta, ia
menyedekahkan uang yang ada, sebesar
100 ribu.
Dalam hatinya ia berharap hutangnya
dapat cepat lunas. “Dan… Allah
mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu
pulang dari pengajian, saat menyebrang
jalan, orang itu tertabrak mobil dan
lunaslah hutangnya!” seru Ustad Yusuf
berapi-api.
Semua peserta melongo kemudian
tertawa. Hampir semua menebak orang itu
meninggal, sehingga si pemilik piutang
mengikhlaskan hutangnya.
“Nggak!” koreksi Ustad Yusuf cepat, “Dia
cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak
orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit,
dia juga melunasi hutangnya!”
Itulah… Allah punya cara tersendiri untuk
menolong hamba-Nya. Selain memberikan
materi tentang sedekah, Ustad muda
berkulit putih ini juga memberikan
masukan dan saran tentang bagaimana
tampil yang baik di hadapan audience

MENGAPA IBLIS DAN SETAN DI CIPAKAN

MENGAPA IBLIS DAN SETAN DI CIPAKAN
Mengapa Allah menciptakan iblis dan setan ? Jangankan manusia, iblis pun menjadikan pertanyaan semacam ini menjadi sarana untuk menyesatkan manusia, anda dapat baca kembali keberatan-keberatan iblis yang disampaikannya kepada malaikat, sebagaimana diilustrasikan oleh Asy-Syahrastani.

Ibnu Al-Qayyim, pakar hukum Islam bermazhab Hambali dalam bukunya, "Syifa' Al-Ghali" menulis bahwa hikmah yang dapat ditarik dari penciptaan iblis dan setan tidak dapat diuraikan seluruhnya, kecuali oleh Allah Swt. Sebagian dari hikmah tersebut dalam pandangan pakar ini antara lain adalah :

Dengan adanya setan dan iblis, maka manusia berjuang menghadapi musuh Allah dan musuh manusia itu, dan dengan demikian ia dapat meraih kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah. Dengan adanya iblis dan setan, manusia memanjatkan permohonan perlindungan kepada Allah, sehingga sekian keburukan dapat ditampik dan banyak kemaslahatan dapat dipetik. Dengan adanya iblis dan setan serta sanksi yang diperolehnya, bertambah rasa takut dan pengabdian malaikat dan orang-orang beriman kepada Allah. Mereka takut jangan sampai mendapat murka, sebagaimana iblis. Dan ini pada gilirannya menambah pula pengabdian mereka. Disamping itu, peristiwa yang dialami iblis itu dapat menjadi pelajaran berharga bagi setiap hamba Allah. Masih banyak yang diuraikan oleh ulama ini, tetapi yang terpenting di antaranya adalah, bahwa kehadiran iblis dan setan merupakan salah satu kodrat Ilahi dan bahan ujian bagi manusia.

Allah SWT menciptakan banyak makhluk, antara lain menciptakan makhluk yang hanya dapat taat kepada-Nya, yakni malaikat, ada juga yang tidak dapat taat atau tidak juga durhaka, seperti benda mati, tumbuhan dan binatang. Jenis ketiga adalah yang berpotensi taat atau durhaka, itulah manusia dan jin. Tidak nampak kesempurnaan kekuasaan kodrat Ilahi jika jenis ketiga ini tidak tercipta. Sebagian dari jenis ketiga inilah yang menjadi setan. Jawaban ini, berpangkal pada pandangan tentang kekuasaan dan kesempurnaan Allah SWT dalam menciptakan aneka makhluk.

Adapun kehadiran iblis dan setan sebagai ujian, maka penjelasan adalah sebagai berikut : Seperti di maklumi makhluk hidup jelas lebih mulia daripada makhluk tak bernyawa yang bertanggung jawab dari makhluk hidup seperti jin dan manusia lebih utama dari yang tidak bertanggung jawab, seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan. Yang mampu mempertanggung jawabkan setiap tindakan lebih tinggi kedudukannya dan lebih mulia disisi Allah dari makhluk hidup yang gagal mempertanggung jawabkan tindakan-tindakannya. Nah dari sini kemudian muncul pertanyaan : Bagaimana mengetahui yang gagal dan yang berhasil ? Tentulah melalui cobaan dan ujian ! Oleh sebab itu kehidupan manusia dan jin sebagai makhluk bertanggung jawab tidak luput dari ujian dan cobaan, ini merupakan suatu keniscayaan.
"(Allah)Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kami, siapa diantara kami yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" .(QS. Al-Mulk 67:2)

"Apakah kami mengira, bahwa kami akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang sabar".(QS. Al-Imran 3:142)

Salah satu cara Allah melakukan ujian adalah dengan menciptakan penggoda yang dalam hal ini adalah setan. Disisi lain, manusia mendambakan kebajikan dan kebahagiaan. Bagaimana mungkin kita mengetahui kebaikan kalau tidak ada kejahatan ? Bagaimana kita merasakan nikmatnya kejujuran dan ketulusan, kalau tidak pernah tahu atau mengalami pengkhianatan dan keculasan ? Jika demikian, harus ada yang tampil, bukan saja dalam bentuk buruk, tetapi juga mengantar orang lain menjadi buruk, dan itulah setan. Sungguh tepat ungkapan yang menyatakan : Manusia mengenal kebaikan, sejak ia mengenal setan. Bagi makhluk yang diuji manusia atau jin kebaikan bukan sekedar menjauhi keburukan atau ketidakmampuan melakukannya. Kebaikan dalam konteks ujian Allah adalah kemampuan melakukan yang baik dan yang buruk kemudian memilih untuk melakukan yang baik ditengah rayuan. Disanalah terletak keunggulan manusia atas malaikat, sehingga mereka diperintahkan sujud kepada Adam.

Kalau demikian, adanya setan penggoda merupakan keniscayaan yang diakibatkan oleh kehendak Allah menguji manusia. Karena itu pula manusia tidak dapat melihat setan atau jin paling tidak dalam bentuk aslinya. Bagaimana mungkin ia diperlihatkan kalau tujuan penciptaannya adalah ujian ? Apakah anda menduga ada yang akan mengikuti atau memperkenankan ajakannya jika diketahui bahwa yang diikuti dan yang mengajak adalah musuh yang akan menjerumuskan ? Pasti tidak akan ada. Kalau pun ada, maka ia tidak mengalami ujian.

Selanjutnya harus ditegaskan, bahwa keberadaan setan perayu dan penggoda adalah kehendak Allah jua. Bacalah Quran surah Al-An'am 122.

Sungguh menarik Taufik Al-Hakim yang berjudul "Asy-Syahid" (Sang Syahid). Sastrawan Mesir kontemporer ini menggambarkan peranan iblis dipentas kehidupan. Ia menggambarkan iblis berkunjung kepada pemuka-pemuka agama yang melaknat dan mengutuknya supaya mereka memberi saran agar taubatnya dapat diterima Allah. Semua pemuka agama tidak mengetahui bagaimana menghadapi permintaannya dan apa yang harus mereka lakukan. Jeremb jika diterima taubat iblis, apa jadinya dan bagaimana kesudahan kepercayaan tentang dosa warisan dan jalan keselamatan yang merupakan dampak dari dosa iblis. Begitu fakir pendeta kristen, Rabi Yahudi pun tidak berdaya, karena pada benaknya berkata: Bila taubat iblis diterima, dimana lagi tempat orang-orang Yahudi yang merupakan bangsa pilihan Tuhan, diantara bangsa-bangsa lain yang disesatkan iblis ? Imam besar Islam pun tidak berdaya, Karena kalau taubat iblis diterima Bagaimana jadinya perintah berta'awuz / memohon perlindungan Allah dan setan terkutuk ? Mendengar semua itu, iblis berteriak "Eksistensi saya diperlukan untuk wujudnya kebaikan; jiwa saya yang penuh kegelapan harus terus demikian agar dapat merefleksikan bahaya Ilahi". Ketika itu, tulis Taufik Al-Hakim , iblis menangis, maka berjatuhanlah meteor-meteor menimpa kepala hamba-hamba Tuhan. Malaikat Jibril melarangnya menangis. Iblis dengan putus asa turun ke bumi dan ketika itu keluarlah dari dadanya hembusan nafas yang selama ini tertahan, di ikuti gemanya secara serentak oleh bintang-bintang dan benda-benda langit memperdengarkan ucapan : "Sayalah sang syahid,... Sayalah sang syahid."

Abas Al-Aqqad dalam bukunya "Tarjumat Syaithan" (Biografi setan) memberikan ilustrasi lain lagi. Disana pakar Mesir kenamaan itu menunjukkan keniscayaan setan dalam kedurhakaan. Ilustrasi Al-Aqqad membuktikan, bahwa keinginan Iblis untuk bertaubat seperti dilukiskan Taufik Al-Hakim, walaupun seandainya dikabulkan Tuhan , tidak akan berhasil " Seorang setan pemula jenuh dengan kehidupan ala setan yang penuh dengan kedurhakaan. Ia tidak lagi berminat merayu dan menggoda manusia, setelah melihat sikap dan keadaan manusia yang taat dan yang durhaka hampir-hampir sama saja. Allah menerima taubatnya dan setan pemula itu dimasukkan Allah ke surga. Tetapi dasar setan ia kembali jenuh dengan aneka kenikmatan surgawi, tasbih dan tahmid, serta ibadahnya yang dilakukan disana. Dia mengharap dapat menuju kehadirat Tuhan karena dia tidak dapat melihat Kesempurnaan Tuhan tanpa menuntutnya. Dengan demikian, di surga pun ia durhaka dan membangkang . Akibat kedurhakaannya Allah mengubah tubuhnya menjadi batu. Disini sekali lagi dasar setan, dia menggoda manusia dengan keindahan yang terpancar melalui patung dan aneka seni".

Ilustrasi ulama yang berkecimpung dalam bidang riwayat, lain pula . Pakar hadist Badruddim Asy-Sybili dalam bukunya "Akaam Al-Marjaan" meriwayatkan kisah panjang pertemuan iblis dengan Nabi Nuh As. Akhir dikisahnya menjelaskan , bahwa iblis bertanya kepada Nabi Nuh As, apa yang harus ia lakukan agar taubatnya dapat diterima Allah ? Nabi Nuh As bertanya kepada Allah dan mendengar jawaban-jawabannya: Perintahkan ia sujud ke kuburan Adam ! Setelah Nabi Nuh menyampaikan jawaban itu , iblis menggelengkan kepala sambil berkata: "Sewaktu hidup Adam pun aku telah enggan sujud kepadanya, apalagi setelah kematiannya."

Walhasil kita dapat berkata ilustrasi ulama terdahulu atau sastrawan modern, kesemuanya berakhir pada kesimpulan bahwa kehadiran iblis dan setan merupakan suatu keniscayaan.

Keniscayaan itu dikehendaki Allah karena hanya dengan demikian manusia mengenal kebaikan. Atas kehendak-kehendaknya juga terjadi pertarungan antara penganjur kebaikan dibawah pimpinan oleh setan, karena hanya dengan demikianlah dapat diketahui kualitas manusia. Hal ini pada gilirannya musuh diharapkan dapat mengantar manusia menyadari musuh yang dapat mengantarnya kepada kebinasaan hidup di dunia dan di akherat.

3 LAPISAN KESADARAN JIWA

3 LAPISAN KESADARAN JIWA
3 lapisan kesadaran manusia
3 lapisan kesadaran manusia
* kesadaran fisik
kesadaran fisik atau pikiran fisik adalah kesadaran
yg dikenal dalam kehidupan sehari-hari.
Kesadaran yg ditimbulkan atas keberadaan sel-sel
otak kita utk bertahan hidup, berkembang biak,
dan berinteraksi, lengkap dengan semua emosi
rendahnya.
Pada tingkat kesadaran ini kebanyakan informasi
harus disimpan secara sadar. Malahan
kebanyakan informasi perlu disimpan beberapa
kali sebelum dapat tersimpan dengan baik.
Pada kebanyakan orang, kesadaran ini adalah
kesadaran satu-satunya yang dikenal sejak lahir
hingga meninggal.
Sudah tentu kesadaran ini akan lenyap bersamaan
dengan matinya tubuh fisik.
* kesadaran jiwa
kesadaran jiwa (bawah sadar) atau subconcious
adalah kesadaran yg jauh tinggi daripada
kesadaran fisik dan bekerja dibawah atau diluar
kesadaran kita sehari-hari. Informasi-informasi
bagi kesadaran jiwapun disimpan secara otomatis
dibawah kesadaran kita.
Penyimpanan informasi pada tingkat bawah
sadar adalah jauh lebih bagus daripada di tingkat
sadar. Seluruh informasi yg ada disekitar kita
termasuk informasi yg tidak dapat diterima oleh
panca indera dapat diterima oleh kesadaran jiwa
dan langsung tersimpan dengan baik oleh karena
kesadaran jiwa yg mempunyai kemampuan tak
terbatas. Ini disebabkan oleh karena informasi
tidak disimpan di dalam sel-sel fisik yg
mempunyai banyak keterbatasan dan mati setiap
beberapa saat. Informasi itu disimpan dalam
bentuk energi murni, yang sering juga disebut
sebagai sel-sel selular.
Karena tidak memiliki batasan, kesadaran jiwa
dengan mudah dapat berkomunikasi dengan
kesadaran jiwa orang lain. Pertukaran informasi
dpt dilakukan dengan mudah tanpa batasan jarak
sama sekali. Dan oleh karena kesadaaran jiwa ini
tidak berada di dalam tubuh fisik kita, kesadaran
ini masih tetap ada setelah tubuh fisik mati. Inilah
salah satu kesadaran yg tetap ada setelah
seseorang meninggal.
Tetapi, walaupun kesadaran ini jauh lebih tinggi
tingkatny daripada kesadaran fisik, kesadaran jiwa
tidak lebih dari sebuah kesadaran perantara.
Kesadaran sejati adalah kesadaran roh, yang oleh
karena terlalu tinggi tingkatnya membutuh kan
perantara utk berinteraksi dengan kesadaran fisik,
dalam hal ini perantara itu adalah kesadaran jiwa.

Baca Juga