Selamat Di Situs Resmi Pedepokan gunung Jati(Asuhan langsung Sesepuh Mbah Jenar).Tulisan ini Hanya sebagai wejangan semata.Ambil sisi Positifnya saja.

Padepokan Gunung Jati

MENGENAL SODARA EMPAT

Mengenal sodara empat yang di lestarika  dan diwariska oleh sunan kalijaga kepada kita.prinsip utama empat sodara kita itu adalah memberi keselamatan pada diri kita dari lahir sampai ahir hayat nanti.mereka memberika jiwa dan raganya kepada kita pada saat kita dilahirkan kedunia ini.
      Raga meraka lungkrah,membusuk demi jabang bayi yang dilahirkan.energi jasad mereka digunakan untuk membesarka jabang bayi.inilah cinta kasih sejati.
         Memberi tanpa meminta imbalan.dan ini prinsip dalam kehidupan sosial.
 Kita sudah tahu bahwa sodara empat itu telah memberikan jiwa dan raga kepada kita.dulu,orang jawa di didik untuk menghormati "sodara empat" tersebut.yaitu,pada hari kelahiran seseorang melakukan selamatan untuk menghormati keempat sodaranya.
           Dia atau orang tuanya membuat selamatan nasi golong lima buah,lauknya berupa ikan yang berasal dari laut,rawa,sungai lalu di tambah berbagai macam sajian bunga.ini semua pada zaman dahulu di lakukan yang tujuanya untuk menjaga keharmonisan alam.
        Apa hubungan selamatan dan keharmonisan alam??.caba anda perhatikan,dengan membuat nasi golong beserta lauknya yang berupa ikan itu,berarti kita harus terus menerus melestarikan tumbuhan dan dedaunan yang lebar untuk membungkus nasinya,juga harus melestarika laut dan sungai tetap menjadi sumber kehidupan bagi ikan.
  Tetapi untuk zaman sekarang,air sungai dan pantai telah tercemari limbah beracun.dengan kondisi seperti sekarang ini,kita mengalami kesulitan dalam menghormati sodara empat dengan cara lama.selamatan dengan gaya dulu tentu akan memberatkan atau menyulitkan mereka yang hidup di kota atau daerah pedalaman.
 Disebutkan bahwa orang jawa zaman dulu membuat selamatan untuk hari kelahiranya.
      lalu apa bedanya dengan cara ulang tahun zaman sekarang??
Sangat jauh sekali bedanya,membuat lima golong nasi tidak seberapa harganya,yang penting hanya untuk memenuhi acara tradisi untuk menjaga keseimbangan alam.sedangkan zaman sakarang,acara ulang tahun seorang lebih bersifat konsumtif,Gebyar pamer lebih di pertontonkan dalam acara ulang tahun.sama sekali tidak tampak keprihatinan dalam acara ulang tahun.
      Padahal untuk acara selamatan kelahiran ala jawa,kalau ada kelebihan rezaki,mengundang tetangga untuk selamatan itu untuk mempererat kerukunan bertetengga dan membangun keharmonisan sosial.
 Kita harus panda memilah-milah hal yang bersifat tradisi.kita harus memiih mana yang tepat untuk tetap dilestarikan.kita ambil contoh sunan kali jaga.
   Meski beliau anggota wali sanga,tetapi sunan tetap berpakaian ala jawa,sunan tidak mengunakan jubah dan sorban,sunan tetap mengunakan blangkon,sunan tidak mengunakan jubah,tetapi merancang sendiri bajunya yang disebut baju taqwa,yaitu baju jas model jawa.cara berdakwahpun tidak seperti jaman sekarang ini,kebanyakan ustad zaman sekarang ini.sunan kali jaga dahulu mengajarkan muridnya atau santri hanya cukup bicara"niruo koyo tawon" ( ikutlah seperti lebah),lebah sebanarnya selalu berzikir pada allah kalau di perhatikan suaranya dengan cermat.dengan kreasi seperti inilah sunan mengajarkan islam tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.

Baca Juga