Ikuti Kami Di Facebook

SIMBOL KEJAWEN

Dalam lakon wayang"ciptaning mintaraga" di sebutkan "memayu hayuning jagad".konsep ini tampaknya berkembang menjadi "memayu hayuning buwono"yakni,tokoh arjuna yang bertapa untuk mendapat kesaktian agar kelak menang dalam perang bratayuda adalah upaca memayu hayuning buwono yang artinya menjaga perdamaian dunia.
     Namun demikian,memayu hayuning buwono tidak sekedar bermakna dalam kaitanya dengan peperangan secara fisik."memayu hayuning buwono merupakan kewajiban leluhur dan sikap hidup manisia jawa.hakikat hidup tidak akan lepas dari upaya berbuat baik terhadap sesama.
               Sikap seperti ini tergolong perilaku yang terpuji karena mampu menghiasi dan memperindah dunia,ketentraman dan kedamaian adalah dasar kemuliaan hidup masyarakat jawa.
    Hala itu teruji dan terukur seperti tuturan"panjang panjur pasir wukir loh jinawi,toto titi tentrem kerto raharjo:
               Dunia sekitar Mnusia adalah ciptaan tuhan yang patut di hiasi dengan perbuatan baik ika manusia tidak mampu berbuat demikian,akan terjadi ganjalan dan godaan ketika kelak akan menghadap tuhan.
     Pada saat menghadap tuhan belum mampu membersihkan diri kotoran hidup.manusia belum mampu berbuat bajik terhadap sesama,kalau terhadap tuhan secara mistikpun akan menjadi penghalang.
       Oleh karena itu,"memayu hayuning buwono"adalah rangkaian laku mistik yang berhubungan dengan kesucian dunia.memayu hayuning buwono berarti upaya menjaga,mengusahakan,dan menciptakan kesejahteraan dan keselamatan hidup.
          Sikap mistik ini perlu di landasi dengan semangat menberantas angkara murka.oleh karena itu,jika pendawa memerangi kurawa saat perang bratayuda misalnya.adalah sebagian tugas dari:memayu hayuning buwono"yakni berupaya melebur atau menghapus nafsu-nafsu rendah manusia.
   Kurawo adalah simbol-simbol nafsu angkara murka yang harus di kalahkan ketika pandawa akan menghadap sang kalik.
              Sikap memayu hayuning buwono mencerminkan kepekaan manusia jawa dalam menghadapi lingkungan hidupnya.kepekaan hati yang bersih ini akan menjadi peyeimbang kepekaan batin.dengan keseimbangan batiniah,manusia akan memiliki ketajaman rasa dan penghayatan hidup yang mendalam,karena itu,jika "memayu hayuning buwono telah menjadi pedoman hidup,manusia akan jauh dari rasa negatif seperti dengki.srei,jail,dan metakil.
     Sikap semacam ini adalah penyakit hati yang akan menjadi penghalang ketika manusia akan akan menjalankan laku mistik maupun akan menghadap ke pada tuhan kelak.
 Terimakasih telah berkunjung di situs padepokan gunung jati.hanya di padepokan gunung jati yang memberikan wejangan secara gamblang untuk para pembaca semuanya.untuk menambah wawasan dan pengetahuan.salam peseduluran.

SIMBOL KEJAWEN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fajar

Baca Juga