Ikuti Kami Di Facebook

SAJEN BUCALAN

Sajen bucalan diadakan dengan tujuan mengharapkan pertisipasi dari para baurekso(makluk yan g tidak kelihatan),untuk menjaga jalan-jalan yang akan di lalui pengantin dan juga di tempat-tempat yang akan di pakai sebagai tempat upacara.
   Mereka di minta supaya tidak mengganggu pengantin sekalian dan beserta orang tuanya,keluarga,pengiringnya,tamu-tamu,para panitia serta para pembantu dan lain-lain.
     Sajen bucalan harus sudah di buang pada hari kedua atau ketiga sebelum pelaksanaan tarub dan upacara manten.sajen itu harus di buang di beberapa tempat(sedut rumah,perempatan jalan,sumur,wc,atau tempat keramat).semuanya di tempatkan pada sebuah ancak-ancak(terbuat dari pelepah pisang yang berbentuk bujur sangkar dan di beri anyaman belahan bambu lalu di tancapkan pada masing-masing sisi bagian dalam bujursangkar dan di beri alsa daun pisang)/
     Sajen ini di buat dengan 5 macam tumpeng kecil yang terbuat dari beras ketan berwarna hitam,biru,hijau,merah,dan kuning,seiris buah sri kaya,apel,jeruk,sebuah anggur,dua butir manggis,du keping uang recehan,sebatang rokok,dan sekerat daging.
       Lima warna di dalam tumpeng memiliki makna yang berbeda-beda.warna hitam.menunjukan arah mata angin utara,dan yang bertahta di utara adalah dewa wisnu.
      Warna kuning menunjukan arah mata angin timur tempat bertahta dewa indra.
       Warna merah arah mata angin selatan yang bertahta dewa yahma.
       Warna biru menunjukan arah mata angin bara tempat bertahta dewa waruna.
Begitu juga dengan buah,uang logam,rokok dan daging semuanya memiliki artinya yang berbeda-beda.
 Buah sri kaya menunjukan simbol sifat sombong,buah jeruk simbol sifat asam,buah anggur sifat memabukan,semua buah-buahan di buat seiris dengan maksud untuk di buang,daging mentah makna nafsu binatang dan uang logam juga unsur terjadinya bumi(kotoran) yang juga harus ikut di buang.

SAJEN BUCALAN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fajar

Baca Juga