Ikuti Kami Di Facebook

MENGUKUR KESAKTIAN MAKLUK HALUS

Dari sifat energi kesaktiannya, energi sukma manusia lebih halus tetapi tajam. Sedangkan mahluk halus lain energinya lebih besar dan lebih padat. Dapat diibaratkan seperti pedang tipis dan golok. Kesaktian sukma manusia yang ditandai dengan ketajaman energinya digunakan untuk menembus dan merobek pertahanan mahluk halus lain, menusuk dan melukainya. Karena tidak dapat membentuk pagaran energi, maka untuk bertahannya sukma manusia akan menggunakan kekuatan energinya untuk "ketahanan tubuh".

          Sedangkan para mahluk halus lain, selain bisa membentuk pagaran energi, mereka juga menggunakan kekuatan energinya untuk "ketahanan tubuh".Jika sukma manusia bertarung dengan mahluk halus lain, dan kekuatannya seimbang, masing-masing dapat menciderai lawannya. Hancur-hancuran. Tetapi mahluk halus lain itu dapat lebih cepat dalam memulihkan lukanya dibandingkan sukma manusia.Jika para mahluk halus bertarung, pertarungan itu bisa dilakukan secara fisik, yaitu memukul dan menendang seperti perkelahian di dunia manusia, bisa juga dengan cara melontarkan / menghantamkan energinya kepada lawannya untuk memukul jarak jauh atau menusuk lawannya dengan energinya, bisa juga secara frontal saling menabrakkan / menghantamkan fisik dan energi mereka dengan lawannya.
                        Dalam perkelahian frontal tersebut mahluk halus yang kekuatannya besar akan bisa menghajar yang kekuatannya lebih lemah.Mahluk halus sosoknya seperti manusia kekar bertelanjang dada, yang sosoknya hitam besar seperti gondoruwo dan yang sosoknya seperti raksasa buto, kebanyakan ketika berkelahi dengan mahluk halus lain akan cenderung bertarung secara frontal mengadu kekuatan dan ketahanan tubuhnya. Sedangkan mahluk halus jenis lain tidak semuanya menonjolkan kekuatan dan ketahanan tubuh. Jika bertarung dengan mahluk halus lain mereka lebih banyak mengandalkan kegesitan, kelincahan gerak dan kekuatan memukul untuk mengalahkan lawannya.

       Mereka di alam halus biasanya dapat mengukur kekuatan masing-masing, sehingga yang kekuatannya lebih rendah akan memilih mundur daripada harus bertarung dan kalah dengan menanggung banyak luka.Selain diperlukan kemampuan spiritual khusus untuk dapat mengukur kekuatan sesosok mahluk halus,bila kita mampu menyelami psikologis mereka, maka kita juga akan dapat seperti mereka, mengukur masing-masing mahluk halus. Untuk menggambarkan tingkatan kekuatan para mahluk halus, selain sukma manusia, dapat dibuat gambaran sebagai tolok ukur / perbandingan kekuatan / kesaktian masing-masing mahluk halus sbb kuntilanak diibaratkan seperti percikan-percikan api kembang api. Energi kekuatan gondoruwo kuntilanak. kekuatan perlindungan mustika wesi kuning kali lipatnya kekuatan kali lipatnya kekuatan gondoruwo.
           Energi perlindungan mustika merah delima kali lipatnya kekuatan mustika wesi kuning. Energi Ibu Kanjeng Ratu Kidul (KRK) seperti api lilin besar kali lipatnya kekuatanEnergi kekuatan bangsa dewa utama seperti api obor kali lipatnya kekuatan Ibu Ratu Kidul).bangsa buto seperti api obor besar kali lipatnya kekuatan gaib ibu Ratu Kidul).kekuatan para mahluk halus lain yang sampai ribuan kali lipatnya kekuatan Ratu Kidul seperti api unggun besar.Selain gambaran di atas, sifat energi masing-masing mahluk halus juga tampak dari pancaran hawa aura energinya yang bisa digunakan untuk menilai kadar kekuatannya, perwatakannya apakah berwatak halus ataukah berwatak keras, dan apakah karakternya menonjolkan kekuatan / kegagahan.     Gambaran perbandingan kekuatan gaib di atas adalah untuk menggambarkan kekuatan gaib sesosok mahluk halus tertentu ketika berhadapan dengan sosok halus yang lain, yang merupakan kombinasi dari besarnya, kepadatan dan ketajaman energinya, yang secara keseluruhan menggambarkan tingkat kekuatan / kesaktian sesosok mahluk halus dibandingkan sosok mahluk halus lainnya.

        Gambaran masing-masing kekuatan gaib di atas mengindikasikan bahwa mahluk halus dan benda gaib yang kekuatan gaibnya setingkat atau lebih tinggi daripada wesi kuning atau mustika merah delima, akan terlalu mudah baginya jika diperintahkan membersihkan / mengusir / menyapu bersih keberadaan dedemit seperti kuntilanak atau gondoruwo atau mahluk halus lain yang kekuatannya setingkat dengan itu. Gambaran di atas juga mengindikasikan bahwa sosok halus atau benda gaib yang kekuatan gaibnya lebih tinggi di atas kekuatan gaib mustika merah delima akan bisa menembus kekuatan gaib pertahanan perlindungan kekebalan wesi kuning dan mustika merah delima dan bahkan bisa mengusir pergi keberadaan khodamnya.Mustika merah delima mempunyai keistimewaan membuat kebal seseorang, sedangkan keris tidak membuat kebal pemakainya, tetapi kebanyakan khodam keris lebih tinggi kekuatan gaibnya sehingga bisa menembus "ketahanan" / kekebalan mustika merah delima dan orangnya akan terluka oleh tusukan keris.

    Artinya dengan kekuatan gaibnya yang lebih tinggi, keris itu dapat menembus mengalahkan pertahanan kekebalan mustika merah delima, bahkan khodam kerisnya bisa juga mengusir pergi khodam merah delimanya.isi gaibnya jika dibawa masuk ke dalam sebuah rumah yang memiliki pagaran gaib yang kekuatan gaib pagarannya lebih tinggi daripada kekuatan khodamnya. Jika khodam benda gaibnya bersifat mendampingi si manusia pemiliknya, menjadi khodam pendamping, maka khodam itu akan menunggu sampai pemiliknya keluar dari balik pagaran gaib itu. Tetapi jika khodamnya tidak bersifat mendampingi pemiliknya, yang biasanya tetap tinggal di dalam benda gaibnya, misalnya yang fungsinya untuk kekuatan dan kekebalan, maka kemungkinan besar benda gaib itu kemudian akan hilang kegaibannya, karena setelah khodamnya tertahan tidak dapat masuk menembus pagaran gaib itu, maka ia akan pergi mencari benda lain untuk ditinggali dan tidak kembali lagi kepada bendanya yang lama.

MENGUKUR KESAKTIAN MAKLUK HALUS Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fajar

Baca Juga